KETIK, PALEMBANG – Bencana kabut asap hebat yang melanda wilayah Jambi kini berada dalam kondisi darurat dan mengancam keselamatan penerbangan. Jarak pandang yang anjlok drastis membuat Bandara Jambi tak lagi aman untuk didarati.
Beruntung, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang bergerak cepat menjadi "pahlawan" dengan menyelamatkan sedikitnya enam penerbangan yang terpaksa dialihkan akibat situasi gawat tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pgs General Manager Bandara SMB II Palembang, Tubagus Gemal Syahrir, menegaskan bahwa pihaknya langsung mengaktifkan prosedur penanganan darurat sebagai alternate airport demi mencegah tragedi di udara.
"Perlu kami informasikan bahwa Bandara SMB II ini juga sebagai alternate airport. Beberapa hari terakhir kami menerima diversion dari Bandara Jambi yang terdampak kabut asap dan kami melayaninya sesuai dengan prosedur keselamatan," tegas Tubagus, Selasa (1/9/2026).
Batas Jarak Pandang Bertaruh Nyawa
Tubagus menekankan bahwa parameter visibility (jarak pandang) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Pengelola bandara menolak keras memaksakan penerbangan jika angka keterlibatan pandangan berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan.
Ganasnya ancaman asap ini bahkan sudah mulai menjalar dan melumpuhkan jadwal di Bandara SMB II Palembang sendiri. Sepanjang Agustus 2026, tercatat dua penerbangan komersial ternama ikut menjadi korban penundaan (delay) ekstrem:
23 Agustus 2026: Maskapai Garuda Indonesia rute Palembang–Cengkareng tertahan akibat jarak pandang ambruk hingga 500 meter (standar aman minimal 700 meter).
29 Agustus 2026: Maskapai Citilink rute Cengkareng–Palembang gagal mendarat tepat waktu karena visibility tersisa 1.200 meter (standar aman minimal 1.700 meter).
"Pada tanggal 23 Agustus 2026, Garuda tujuan Palembang-CGK itu delay karena visibility-nya hanya 500 meter, sedangkan kita minimal 700. Kemudian pada tanggal 29 Agustus 2026, Citilink dengan tujuan CGK-Palembang itu delay juga karena visibility-nya hanya 1.200," ungkap Tubagus menuturkan detik-detik mencekam tersebut.
Sumsel Siaga Satu Karhutla
Meski diwarnai delay menegangkan, pihak bandara memastikan belum ada jadwal penerbangan yang dibatalkan (cancel) dan arus penumpang masih dapat dikendalikan dengan aman.
Ancaman ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat. Sejak awal Juli 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring masuknya puncak musim kemarau. Pengelola Bandara SMB II Palembang kini bersiap penuh dan memantau pergerakan kabut asap secara real-time 24 jam demi menjamin keselamatan nyawa seluruh penumpang. (*)
