BNPB Catat Banjir di Sumatera Utara, Ribuan Warga Terdampak

30 Oktober 2026 20:06 30 Okt 2026 20:06

Jihan Zahiroh R., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BNPB Catat Banjir di Sumatera Utara, Ribuan Warga Terdampak

Salah satu rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap di Sumatera Utara. Kerusakan tersebut terlihat pada bagian genteng dan rangka atap rumah. (Foto: Humas BNPB)

KETIK, SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana hidrometeorologi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Bencana tersebut meliputi angin kencang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, serta banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Angin kencang melanda Kabupaten Jombang pada Rabu, 28 Oktober 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan 25 rumah rusak dan satu tempat usaha terdampak. Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di delapan desa turut terdampak. Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, BPBD Kabupaten Jombang masih melakukan penanganan darurat, pendataan di lokasi, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Senin, 26 Oktober 2026. Angin kencang menyebabkan sebagian atap rumah warga rusak dan berdampak pada 28 KK. BPBD Kabupaten Tapin bersama Satpol PP dan pemadam kebakaran setempat melakukan pendataan, pembersihan pohon tumbang, serta koordinasi dengan pihak terkait hingga Kamis, 29 Oktober 2026.

Sementara itu, banjir melanda Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Kamis, 29 Oktober 2026, dini hari. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Bingai dan Sungai Mencirim setelah debit air meningkat. Sebanyak 1.014 KK atau 3.885 jiwa terdampak di empat kelurahan. Setelah banjir surut, warga dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.

Banjir juga melanda Kota Medan pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 23.00 WIB akibat hujan berintensitas tinggi. Sebanyak 2.405 KK atau 7.930 jiwa terdampak di sembilan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan. Banjir surut pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, banjir dan tanah longsor terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Wilayah terdampak meliputi Desa Kotarih di Kecamatan Kotarih, Desa Kualasar dan Desa Pamah di Kecamatan Silinda, serta Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan. BPBD setempat mencatat sedikitnya 31 KK terdampak banjir yang merendam rumah warga. Genangan air berangsur surut, sementara BPBD masih memperbarui data warga terdampak dan memantau kondisi di lapangan.

Menyikapi kejadian tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di wilayah dengan risiko bencana tinggi, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Untuk mengurangi risiko banjir, masyarakat diimbau membersihkan saluran air dan drainase secara gotong royong agar aliran air tetap lancar. Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi, menentukan lokasi aman, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk minimal tiga hari. Pemeriksaan infrastruktur bendungan harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilakukan oleh petugas yang kompeten.

Dalam menghadapi potensi angin kencang, masyarakat diminta memeriksa dan memperkuat atap rumah agar tidak mudah terlepas. Ranting pohon yang rapuh atau berada dekat rumah dan ruang publik perlu dipangkas secara aman oleh petugas atau tenaga yang memiliki peralatan memadai. Saat angin kencang terjadi, warga diimbau menjauhi papan reklame, pohon besar, tiang, dan benda lain yang berisiko roboh atau tertiup angin serta berlindung di dalam bangunan yang kokoh.

Adapun di wilayah rawan longsor, masyarakat diimbau segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan lebat berlangsung lama, terutama di kawasan hulu atau lereng. Warga juga perlu mengenali tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah atau lantai, perubahan kemiringan pohon dan tiang, serta munculnya rembesan air yang tidak biasa. Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi cuaca dan kondisi lingkungan melalui kanal resmi serta segera melaporkan tanda bahaya kepada aparat setempat atau petugas BPBD. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb bencana alam Angin kencang