Bertambah Lagi Pahlawan Gugur demi Padamkan Karhutla Bromo, Korban Jiwa Kini 5 Orang

19 Oktober 2026 18:15 19 Okt 2026 18:15

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bertambah Lagi Pahlawan Gugur demi Padamkan Karhutla Bromo, Korban Jiwa Kini 5 Orang

Ucapan duka cita dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kepada Munawi yang menjadi korban meninggal kelima dalam peristiwa upaya pemadaman karhutla Bromo, Senin, 19 Oktober 2026. (Foto : Instagram Balai Besar TNBTS)

KETIK, MALANG – Korban jiwa dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, kembali bertambah. Salah satu korban gugur usai melewati kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban gugur tersebut bernama Munawi, seorang sukarelawan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Kabar meninggalnya korban dibenarkan langsung oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

"Iya, benar. Almarhum meninggal dunia pada hari ini," ujar Pranata Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama saat dikonfirmasi Ketik.com, Senin, 19 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan bahwa korban meninggal dunia saat menjalani perawatan medis intensif di RSUD Dr. Soetomo. Sebelumnya, usai kritis saat berjuang memadamkan kebakaran, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Tongas sebelum akhirnya dirujuk ke Surabaya.

"Almarhum meninggal dalam perawatan di RSUD Dr. Soetomo sekitar pukul 15.00 WIB. Almarhum ini asalnya dari Probolinggo," terangnya. 

Wafatnya Munawi menambah daftar panjang duka dalam tragedi karhutla Gunung Bromo. Total kini ada lima jiwa yang gugur saat berjuang memadamkan api. Korban gugur sebelumnya adalah Sukaris (55), operator layanan operasional BB TNBTS; Wisnu Yuda (25) dan Sefriel (19), dua sekuriti penginapan Artotel; serta Hendra Rony, petugas BB TNBTS yang juga anggota Manggala Agni Pemula.

Saat ini, tinggal satu korban selamat bernama Suraji yang masih menjalani perawatan medis intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

"Satu lagi masih dirawat intensif di rumah sakit," pungkasnya. 

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan resminya menerangkan, rangkaian kejadian bermula pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sekitar pukul 14.23 WIB, petugas menerima laporan dari Kepala Desa Ngadas mengenai kebakaran ladang milik warga di sekitar Blok Pusung Dawa, berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83, wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

Petugas TNBTS kemudian bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut membantu pemadaman. 

Karena lokasi jauh dari sumber air dan sulit dijangkau mesin penyemprot, petugas dan warga memadamkan api secara manual menggunakan alat gebyok. Dalam perkembangannya, api merambat masuk ke kawasan taman nasional hingga mencapai medan terjal yang sulit dijangkau.

Upaya pemadaman akhirnya berhasil pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 11.45 WIB. Petugas melanjutkan pemantauan hingga malam hari dan memastikan tidak ada lagi api maupun asap di lokasi.

Namun ternyata, kondisi kembali berubah pada Kamis, 15 Oktober 2026 pagi. Sekitar pukul 09.20 WIB, petugas di Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Cemoro Lawang melihat kepulan asap tebal dari lokasi kebakaran pada sehari sebelumnya

Tim gabungan kemudian dibagi menjadi dua regu untuk menyekat penjalaran api dari sisi kiri dan kanan, terutama agar tidak meluas ke kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo. Akan tetapi sekitar pukul 13.00 WIB, situasi berubah ketika terjadi angin kencang.

Enam personel terjebak di tengah kobaran api, sementara lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena berada di sisi yang berlawanan dengan arah penjalaran api. Setelah kobaran mereda, tim melakukan pencarian terhadap personel yang terjebak.

Sekitar pukul 13.30 WIB, tiga orang ditemukan meninggal dunia di lokasi yakni Sukaris, Wisnu Yuda, dan Sefriel. Kemudian di hari yang sama pada sore hari, Hendra Rony Wagiyanata dinyatakan turut gugur.(*)

Tombol Google News

Tags:

Karhutla Bromo Kebakaran Gunung Bromo Korban Karhutla Bromo Pemadaman Kebakaran Bromo Kabupaten Probolinggo Gunung Bromo Bromo