KETIK, SURABAYA – Demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat, 26 Juni 2026 berujung ricuh. Aksi bertajuk #IndonesiaSekarat ini berlangsung mulai sore, sekitar pukul 15.00 WIB.
Juru Bicara Fron Anti Kapitalisme, Septia Rahma mengatakan, demonstrasi ini lanjutan dari aksi sebelumnya yang telah berlangsung di Surabaya. Demo ini terdiri dari gabungan elemen, mulai masyarakat, mahasiswa dan buruh.
Dalam yang berlangsung mulai sore tadi, para demonstran membawa 11 tuntuan dengan 2 di antaranya menjadi sorotan, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Seharusnya pendidikan dan fasilitas umum jauh lebih penting," katanya.
Lebih lanjut, pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan yang tidak mendesak daripada mengatasi perekonomian, dimana masyarakat mulai terasa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Maka dari itu kami memakai istilah lemes dan longsor," singkatnya.
Pemakaian kata-kata tersebut, dinilai Septia tepat lantaran lokasi demonstrasi berada di Surabaya. Sehingga masyarakat Kota Pahlawan dapat dengan mudah memahaminya.
Berikut 11 tuntuan demonstran:
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
- Mencabut UU Polri dan UU TNI
- Menciptakan lapangan kerja yang layak
- Membubarkan Komando Teritorial serta menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil
- Menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land
- Membebaskan seluruh tahanan politik serta memulihkan nama baik mereka
- Memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan
- Mewujudkan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis
- Membubarkan parlemen dan membangun kuasa rakyat
- Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi. (*)
.png)