KETIK, SURABAYA – Bulan Ramadan menjadi momen bagi banyak orang untuk memperbanyak ibadah sekaligus menjaga emosi dan energi. Di sela waktu menunggu berbuka atau setelah tarawih, sebagian masyarakat memilih bermain game sebagai hiburan ringan. Namun, penting untuk memilih permainan yang tidak memicu emosi berlebihan atau kompetisi toxic.
1. Minecraft.
Game bergenre sandbox ini menawarkan kebebasan berkreasi tanpa batas. Pemain dapat membangun rumah, taman, hingga kota impian dengan tempo permainan yang fleksibel. Mode creative memungkinkan pengguna bermain tanpa tekanan musuh maupun batasan sumber daya.
Konsep permainan yang fokus pada kreativitas membuat Minecraft cocok untuk mengisi waktu ngabuburit dengan aktivitas yang produktif sekaligus menenangkan.
2. Bus Simulator Indonesia
Bagi penggemar simulasi, Bus Simulator Indonesia juga layak dicoba. Game karya anak bangsa ini menghadirkan pengalaman mengemudi bus dengan latar suasana khas Indonesia.
Tanpa persaingan ketat maupun fitur obrolan yang berpotensi memicu konflik, permainan ini memberikan pengalaman berkendara virtual yang rileks dan menghibur.
3. Block Blast! dan Candy Crush Saga
Sementara itu, bagi pencinta puzzle, Block Blast! dan Candy Crush Saga dapat menjadi opsi tepat. Keduanya mengandalkan strategi penyusunan dan pencocokan warna dalam durasi permainan yang relatif singkat.
Tanpa interaksi langsung dengan pemain lain, risiko munculnya perilaku toxic pun minim. Game jenis ini cocok dimainkan dalam waktu singkat tanpa menguras energi.
4. Township
Tidak ketinggalan, Township menghadirkan konsep membangun kota dan mengelola pertanian secara bertahap.
Permainan ini menuntut strategi dan kesabaran, bukan kecepatan atau agresivitas. Nuansa santai serta progres jangka panjang menjadikan Township sebagai hiburan yang stabil dan tidak memicu emosi berlebihan.
Memilih game yang tepat selama Ramadan menjadi bagian dari menjaga kualitas diri. Dengan menghindari permainan kompetitif yang intens dan memilih game santai berbasis kreativitas atau logika, hiburan tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. (*)
