Dukung Kebijakan Prabowo, LaNyalla Sebut Dana Sitaan Korupsi untuk MBG Wujud Keadilan Substantif

7 Mei 2026 18:35 7 Mei 2026 18:35

Thumbnail Dukung Kebijakan Prabowo, LaNyalla Sebut Dana Sitaan Korupsi untuk MBG Wujud Keadilan Substantif

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat berada di gedung DPD RI pada beberapa waktu lalu. (Foto: Tim LNM)

KETIK, SURABAYA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana memanfaatkan dana sitaan hasil tindak pidana korupsi untuk membantu pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut LaNyalla, kebijakan tersebut mencerminkan prinsip keadilan substantif karena mengembalikan hak rakyat yang sebelumnya dirampas oleh para koruptor.

“Saya mendukung. Selain untuk mengurangi beban APBN, pada hakikatnya ini adalah mengembalikan uang rakyat kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat itu sendiri melalui program yang secara langsung juga diterima oleh rakyat,” ujar LaNyalla pada Kamis, 7 Mei, 2026.

Ketua DPD RI ke-5 itu juga mengungkapkan hasil kajian Kamar Dagang dan Industri Indoensia (KADIN) Indonesia yang menyebut program MBG telah berkembang menjadi salah satu intervensi publik terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

“Uang Rp900 miliar berputar setiap hari melalui jaringan dapur MBG. Ini menjadi salah satu mekanisme sirkulasi uang berbasis komunitas terbesar yang pernah dibangun negara ini,” tutur LaNyalla, yang juga anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia itu.

LaNyalla, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, menilai perputaran dana melalui program MBG tidak berhenti pada konsumsi akhir semata. Dana tersebut, kata dia, turut mengalir ke sektor produksi, menciptakan permintaan baru, serta mendorong aktivitas ekonomi berulang di sepanjang rantai nilai pangan.

Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik pada 2025, injeksi anggaran sebesar Rp43,28 triliun mampu menghasilkan total dampak output ekonomi mencapai Rp294,08 triliun, atau memiliki efek pengganda (multiplier effect) sebesar 1:7. Menurut LaNyalla, angka tersebut menunjukkan bahwa program MBG jauh melampaui sekadar belanja konsumtif. 

“Memang ada hal-hal yang harus dikejar dan dibangun. Terutama ketahanan rantai pasok bahan baku. Jangan mengambil jalan pintas dengan impor. Misalnya susu sapi. Pasokan susu sapi kita untuk kebutuhan MBG masih jauh dari cukup. Ini harus dipikirkan. Begitu pula bahan baku lainnya. Peternak skala kecil harus dibesarkan,” tukasnya.

Karena itu, LaNyalla berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai off-taker bagi peternak dan pekebun kecil di desa-desa, sekaligus membangun rantai pasok menuju dapur-dapur MBG. Dengan begitu, kebutuhan pangan anak-anak di desa dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat setempat.

“Rantai pasok itu yang harus dibangun. Itu salah satu tugas Koperasi Desa. Jangan sekedar menjelma menjadi mini market baru, tapi yang dipajang barang-barang hasil industri besar dari pemasok besar. Itu sama saja kita membukakan outlet di seluruh desa untuk mereka,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

info jakarta Berita Jakarta kota jakarta DPD RI AA LaNyalla Makanan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Dana Sitaan Mbg Jawa timur Anggota DPD RI