Mengintip Kolektible Malang, Surga Baru Pemburu Kartu Pokemon dan TCG

21 Juni 2026 14:28 21 Jun 2026 14:28

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mengintip Kolektible Malang, Surga Baru Pemburu Kartu Pokemon dan TCG

Salah seorang penggemar saat berburu kartu Pokemon di Kolektible Malang, Minggu, 21 Juni 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

KETIK, MALANG – Berbagai deretan kartu bergambar karakter anime Pokemon, One Piece, hingga Yu-Gi-Oh tersusun rapi di etalase Kolektible. Berlokasi di kawasan Elpico Business Park, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, tempat ini telah menjelma menjadi surga bagi para kolektor dan pemain Trading Card Game (TCG) untuk berburu kartu langka sekaligus menguji strategi dalam turnamen.

Selain dikenal sebagai toko kartu paling populer di kalangan penggemar TCG di Malang, Kolektible juga menyediakan ruang komunal yang nyaman bagi komunitas yang datang dari berbagai daerah.

Community Leader Kolektible, Charles, menuturkan bahwa dari sekian banyak kartu yang tersedia, Pokemon masih menjadi produk yang paling mendominasi dan diminati oleh konsumen. Menurutnya, popularitas Pokemon yang bertahan hingga lintas generasi membuat animo terhadap kartu koleksinya tetap berada di level tertinggi.

"Mayoritas masih Pokemon, itu yang paling besar. Setelah itu, barulah One Piece dan Yu-Gi-Oh serta lainnya," jelasnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kartu Pokemon masuk dalam kategori TCG. Artinya, selain memiliki nilai estetika untuk dikoleksi, kartu-kartu tersebut juga dapat dimainkan untuk bertanding melawan pemain lain menggunakan aturan resmi.

"Kalau Pokemon itu, fokusnya memang ke koleksi. Tetapi selain itu, juga bisa dibuat untuk battle (bertanding)," tambahnya.

Sebagai informasi, terdapat tiga lantai di Kolektible dengan fungsi berbeda. Lantai pertama difokuskan untuk produk koleksi seperti kartu One Piece, layanan kartu grading, serta berbagai aksesori kebutuhan kolektor. Kemudian, lantai kedua digunakan untuk area Pokemon dan tempat bermain, sedangkan lantai ketiga untuk area kafe, permainan mahjong, hingga rencana untuk lintasan Tamiya.

Charles mengungkapkan, pertumbuhan komunitas TCG di Malang mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari konsistensi gelaran turnamen yang tidak pernah sepi peminat.

Untuk komunitas TCG Pokemon, Kolektible rutin mengadakan Gym Battle setiap Rabu dan Sabtu. Turnamen skala kecil ini diikuti oleh minimal delapan peserta dan jumlahnya akan melonjak drastis saat akhir pekan.

Selain turnamen mingguan, terdapat pula kompetisi berskala regional yang diikuti pemain dari berbagai daerah dengan jumlah peserta mencapai 32 hingga 64 orang.

Menariknya, pasar kartu Pokemon saat ini justru lebih banyak digandrungi kalangan dewasa dibandingkan anak-anak. Mayoritas kolektor dewasa adalah mereka yang tumbuh bersama dengan serial animasi dan game Pokemon pada era akhir 90-an hingga awal 2000-an.

Charles menambahkan, faktor nostalgia menjadi pendorong utama fenomena kartu Pokemon terus berkembang pesat.

"Kalau kolektor, biasanya sudah tahu kartu apa yang dicari. Mereka langsung tanya karakteristik tertentu yang mereka inginkan," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kolektible Malang TCG Kartu Pokemon Kartu One Piece Kartu Yu-gi-oh Elpico Business Park