KETIK, SURABAYA – Kehadiran bulan suci Ramadhan menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan pembenahan diri. Ramadhan dipahami sebagai ruang dalam meningkatkan kualitas ibadah, membangun kembali hubungan yang harmonis dengan sesama, serta membiasakan diri dalam berbagai bentuk kebaikan.
Hal ini disampaikan oleh Dr. Oki Setiana Dewi M.Pd, seorang pendakwah sekaligus pendiri pesantren maskanatul huffadz, memberikan pesan inspiratif untuk seluruh jamaahnya agar mengetahui 3 cara praktis menjadi manusia yang lebih baik selama bulan Ramadhan.
- Menjaga kualitas ibadah selama ramadhan
Umat islam dianjurkan agar menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa, puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai upaya memperbaiki kualitas spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, Ramadhan membawa kita untuk selalu memperbaiki diri, sehingga, ibadah yang kita lakukan bukan hanya sekedar melakukan aktivitas saja, melainkan, benar benar membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperbaiki hubungan dengan sesama muslim
Dalam penjelasannya, ibadah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Tuhan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial terhadap sesama. Ia menyampaikan bahwa tingkat keimanan seseorang dapat terlihat dari sikap dan perilakunya dalam berinteraksi sehari-hari dengan orang lain.
Seperti halnya ketika seseorang dituntut untuk mengintropeksi diri, dengan cara menerima nasihat dari orang lain, “jangan menutupi diri dari nasihat orang lain, seseorang bisa berubah, seseorang bisa jauh lebih baik, kita bisa mengintrospeksi diri kita kalau ada orang yang nasehatin kita,” ujarnya.
- Perbanyak teman yang shaleh dan shaleha
Menurutnya, memiliki teman yang shaleh sangat penting dalam memperbaiki diri menjadi lebih baik, “teman yang baik itu akan ngingetin kepada kebaikan,” terangnya. Lantas Rasululah mengatakan, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, aku lupa, ingetin aku ya,” jelas pendakwah tersebut.
Ia berperan sebagai pengingat maupun pendukung dalam menjalankan aktivitas positif seperti sholat jamaah, membaca Al-Quran dan memperbanyak amalan kebaikan di bulan Ramadhan. Sehingga perubahan diri yang dilakukan selama Ramadhan, menjadi terus berlanjut dikehidupan sehari-hari. (*)
