Peran Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil Tingkatkan Prestasi Atlet Jatim, Perkuat Penerapan 4 Pilar Sport Science

15 Agustus 2026 03:03 15 Agt 2026 03:03

Kukuh Kurniawan, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peran Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil Tingkatkan Prestasi Atlet Jatim, Perkuat Penerapan 4 Pilar Sport Science

Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil (Foto : KONI Jatim)

KETIK, MALANG – Muhammad Nabil kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur masa bakti 2025 - 2029. Pria kelahiran Probolinggo tersebut membawa misi besar yaitu memperkuat manajemen olahraga berbasis sport science.

Ketertarikan Nabil terhadap dunia olahraga telah berakar jauh sebelum ia masuk ke dalam jajaran kepengurusan. Momen Piala Dunia 1978 sebagai titik balik yang membuka matanya tentang pentingnya proses dan manajemen dalam meraih prestasi. 

Tokoh-tokoh besar sepak bola seperti Carlos Bilardo, Mario Zagalo, hingga Rinus Michels terpatri dalam ingatannya sebagai bukti bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan. Kegemarannya membaca turut memperluas wawasannya tentang profil pelatih terbaik mulai cabang olahraga balap garuk tanah (motocross) hingga sepak bola. 

Inilah yang mendorong dirinya tertarik dengan dunia olahraga, hingga akhirnya ia bergabung menjadi pengurus KONI Jawa Timur pada 2010 silam. Karirnya terus menanjak dari pengurus biasa, Ketua Harian, Direktur Puslatda, Ketua Umum Periode 2022 - 2026 dan kembali dipercaya memimpin KONI Jatim kembali untuk masa bakti 2025 - 2029. 

Bagi Nabil, olahraga bukan sekedar urusan kalah dan menang, melainkan sebuah pengabdian yang dipenuhi tanggung jawab moral. Di dalamnya terdapat tantangan, tanggung jawab, dan komitmen untuk mensukseskan target prestasi dan membawa harum nama Jawa Timur. 

Kerja keras tersebut membuahkan hasil nyata. Dalam dua gelaran SEA Games terakhir, atlet-atlet Jawa Timur berhasil menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Indonesia, termasuk saat SEA Games 2025.

Selain berfokus pada manajerial, ia juga menekankan adanya data akurat dalam pembinaan atlet mulai usia dini hingga mencapai prestasi terbaiknya. Setidaknya, terdapat empat kriteria utama sport science yang wajib diterapkan.

Yaitu tes fisik, menjadi alat ukur utama yang disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan tiap nomor cabang olahraga (cabor), lalu pemenuhan konsumsi gizi berupa pemberian asupan nutrisi, gizi seimbang, serta suplemen atau multivitamin teratur agar saya tahan dan performa atlet tetap terjaga. 

Ketiga, dukungan psikologis dengan penyediaan konsultan psikolog untuk memantau kondisi mental atlet agar permasalahan pribadi tidak merusak potensi dan performa mereka. Dan yang terakhir, yaitu tes kesehatan rutin berkala setiap 6 bulan sekali untuk memastikan kondisi fisik atlet tetap optimal.

Ia menegaskan, atlet harus diistimewakan mulai dari kebutuhan gizi hingga kebutuhan akademiknya. Dengan begitu mereka tetap dapat fokus berlatih, berlatih, dan berprestasi. 

Selain itu, ia juga membuka pintu bagi pihak ketiga untuk ikut berkolaborasi mendukung pembinaan cabor dan atlet. Melalui sinergi manajemen yang kuat dan penerapan sport science, Nabil optimis mewujudkan visinya yaitu dari Jatim untuk Indonesia menuju prestasi dunia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Penerapan Sport Science Muhammad Nabil ketua KONI Jatim Hut Ke-4 Ketik