KETIK, MALANG – Di balik seragam coklat Korps Bhayangkara, AKP Totok Hariyanto menunjukkan sisi lain pengabdian yang menyentuh hati. Perwira yang menjabat sebagai Kasi Keuangan Polresta Malang Kota ini rela menyisihkan waktunya untuk safari religi, menjadi guru ngaji hingga menyumbang modal usaha pribadi demi membangun karakter dan ekonomi masyarakat madani.
Perjalanan AKP Totok dalam kegiatan keagamaan dan sosial, sebenarnya bermula dari tugas administratif di bagian Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) untuk keperluan nikah anggota Polresta Malang Kota.
Namun suatu ketika, ia diminta mendampingi seorang Bhayangkari senior yang tengah menghadapi masalah rumah tangga.
"Awalnya saya ragu, apakah saya mampu. Tetapi, tetap saya jalani dan saya merasa panggilan itu berasal dari hati," jelasnya, Rabu, 1 Juli 2026.
Sejak saat itu, ia memberanikan diri untuk aktif memberikan pendampingan rohani hingga ke kalangan tahanan dan masyarakat umum. Tidak hanya mengajari membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, rasa sabar, ikhlas, dan bertanggung jawab.
Di luar tugas institusi, AKP Totok juga kerap melakukan tindakan nyata untuk membantu ekonomi warga sekitar. Bahkan, ia menyumbangkan modal Rp7 juta kepada pengurus RT.
Dengan modal tersebut, ia berharap bisa membantu warga membuka usaha kecil mulai dari jualan kue, bakso, hingga ternak lele.
"Saya ingin mereka punya harapan hidup, karena saya sendiri tahu merasakan dihimpit ekonomi. Kalau bisa bantu, maka bantu sampai tuntas," ungkap pria berusia 56 tahun ini.
Alumnus SMA Negeri 7 Kota Malang ini juga menegaskan, bahwa disiplin menjadi kunci utama dalam menjalani hidup dan tindakan positif itu diterapkan lewat ibadah serta sifat keteladanan.
Di samping itu, ia juga selalu membaur dengan masyarakat karena setiap malam Jumat selalu menggelar pengajian di rumahnya. Selain untuk meningkatkan iman dan takwa, juga tempat berkumpul, bertukar pikiran dan mendapatkan semangat hidup baru.
Selain itu, AKP Totok juga merupakan sosok yang berprestasi dan berhasil menyabet berbagai juara lomba. Mulai dari Juara MTQ tingkat Polda Jatim, Juara lomba Khatib Jumat tingkat Polda Jatim, Juara pidato pendek TNI-Polri tingkat Jawa Timur dan turut membantu Polresta Malang Kota sebagai Penerima Penghargaan IKPA terbaik dari KPPN Malang.
"Saya hanya ingin terus belajar. Selama masih bisa bermanfaat, pasti saya akan jalan terus," tambahnya.
Bagi AKP Totok sendiri, menjadi polisi adalah jalan hidup yang harus dijalani secara profesional dan berintegritas. Tetapi menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, itulah prinsip hidup yang dipegang teguh sampai kapanpun.
"Polisi itu bukan hanya tentang seragam dan kewenangan. Tetapi juga tentang kepekaan, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial. Saya ingin mengabdi bukan hanya karena pangkat, tapi karena panggilan hati," tandasnya. (*)
.png)