KETIK, GROBOGAN – Berbagi tak harus menunggu mampu. Prinsip tersebut dipegang teguh Cekink Ervada, publik figur sekaligus kreator konten asal Grobogan, Jawa Tengah, yang konsisten menjalankan aksi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Cekink Ervada merupakan nama populer dari Sigit Try Wibowo, yang lahir di Grobogan, 18 Mei 1991.
Ia dikenal masyarakat melalui berbagai konten kegiatan berbagi yang dibagikan melalui platform media sosial.
"Berbagi tak harus menunggu mampu, tetapi asal kita mau," kata Cekink Ervada,Senin, 21 September 2026.
Menurut Cekink, kegiatan sosial yang dilakukannya bermula pada 2020 ketika pandemi Covid-19 berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Situasi tersebut mendorongnya untuk mulai melakukan kegiatan berbagi hingga terus dilakukan sampai sekarang.
"Saat keadaan sangat sulit untuk mencari kerja saat pandemi Covid-19 di tahun 2020, dari situ saya memutuskan untuk melakukan kegiatan berbagi sampai sekarang," ujar Cekink.
Ia mengatakan, masa sulit akibat pandemi justru menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
"Masa-masa sulit pandemi tidak boleh membuat kita berhenti peduli, justru harus jadi alasan untuk saling membantu," tambahnya.
Menariknya, bantuan yang disalurkan Cekink bersumber dari penghasilannya sebagai kreator konten. Ia memanfaatkan pendapatan dari berbagai platform digital yang dikelolanya untuk kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Cekink Ervada.
"Semua yang saya berikan kepada orang di sekitar, semua hasil dari ngonten di semua platform digital yang saya punya," jelasnya.
Cekink menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi masyarakat untuk menghasilkan pendapatan melalui media sosial. Namun, menurutnya, keberhasilan sebagai kreator konten tidak hanya berkaitan dengan keuntungan pribadi, tetapi juga bagaimana hasil kreativitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
"Kreativitas di media sosial bukan hanya tentang mencari keuntungan pribadi, tetapi bagaimana hasil tersebut bisa bermanfaat bagi sesama. Di era kemajuan digital ini, potensi pendapatan media sosial sangat besar jika didistribusikan kembali untuk warga yang membutuhkan," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk tidak membantu sesama. Menurutnya, kepedulian dapat dimulai dari hal-hal kecil dengan niat yang tulus.
Sebagai putra daerah Grobogan, Cekink berharap kegiatan berbagi yang dilakukannya dapat terus berlanjut dan memberikan dampak bagi masyarakat di sekitarnya.
Melalui konten-konten positif yang dibuatnya, Cekink ingin menunjukkan bahwa media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mendorong kegiatan berbagi secara berkelanjutan.(*)
