KETIK, MALANG – Pemerintah memiliki cita-cita menjadikan bonus demografi sebagai peluang menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI mengatakan upaya mencapai peluang tersebut dengan menargetkanpenurunan stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
Dalam menekan angka stunting, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah harus dilakukan. Unit terkecil masyarakat, yakni keluarga memiliki peran dominan dalam memastikan pemenuhan gizi anak.
Spesialis Gizi Klinik RS Mitra Kemayoran, Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK.(K) menjelaskan dalam pedoman gizi seimbang perlu memperhatikan porsi makan anak. Hal tersebut terdiri dari makanan utama lengkap tiga kali dalam sehari, dan ditambah 2-4 kali selingan.
Selain itu, protein menjadi kunci dalam menurunkan angka stunting serta menghindari hambatan pertumbuhan. Ia menjelaskan dibandingkan protein nabati, jenis asam amino yang lengkap dan sesuai kebutuhan tubuh ditemukan di protein hewani.
Dalam struktur protein terdapat asam amino yang berfungsu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, memproduksi hormon pertumbuhan, penyerapan nutrisi, dan memperkuat kekebalan tubuh.
“Protein adalah sumber asam amino yang sangat diperlukan tumbuh kembang anak, jadi harus dilengkapi baik jenis maupun jumlahnya. Komposisi protein hewani dianjurkan untuk lebih banyak dikonsumsi daripada protein nabati. Kelebihan protein hewani yang lebih mudah diserap tubuh dan jenis asam aminonya yang lebih lengkap, jadi bisa memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak,” lanjutnya.
Banyak penelitian yang memberikan bukti bahwa terdapat korelasi antara rendahnya kadar asam amino pada kasus anak stunting. Studi yang dimuat di EBioMedicine dijelaskan kadar asam amino esensial maupun non esensial pada tubuh anak stunting secara signifikan lebih rendah dibandingkan anak tanpa stunting.
Untuk itu peting memenuhi kebutuhan asam amino padatumbuh kembanganak untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, hingga memperkuat kekebalan sehingga dapat melawan infeksi dan mempercepat pemulihan penyakit. (*)
Wujudkan Indonesia Emas 2045, Berikut Pentingnya Protein Cegah Stunting
11 April 2024 02:00 11 Apr 2024 02:00
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Ilustrasi anak-anak yang memerlukan asupan protein bagi tumbuh kembang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Tumbuh Kembang Anak Asupan Protein cegah stunting Indonesia Emas 2045 anak-anak Anak Stunting Anak SehatBaca Juga:
Komdigi dan Pemkab Brebes Gelar Wayang Golek Santri, Edukasi MBG dan PP TUNAS untuk Generasi Sehat DigitalBaca Juga:
Lantik 65 Kepala Sekolah, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Karakter Menuju Indonesia Emas 2045Baca Juga:
Jelang Satu Abad KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto Minta Anggota Solid dan Tidak Larut dalam Dinamika PerpecahanBaca Juga:
Bupati Situbondo Minta Guru TK Ajak Anak-Anak Bermain dan Tingkatan KreativitasBaca Juga:
Upacara Peringati Tiga Momentum Besar, Sleman Fokus Siapkan Generasi UnggulBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
6 Juni 2026 14:41
KPBU Pasar Besar Masih Proses Administrasi, Pemkot Malang Tetap Libatkan Pedagang
6 Juni 2026 13:52
Seskab Teddy Respons Cepat Kritik Lawatan Prabowo, Pakar UB: Belum Jamin Transparansi
5 Juni 2026 16:31
Disdikbud Kota Malang Pastikan Zonasi SPMB Akurat 100 Persen
5 Juni 2026 15:35
Kesra Ajak 96 Pesantren di Kota Malang Wujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Bebas Kekerasan
5 Juni 2026 12:43
Daya Tampung Belum Terpenuhi, Disdikbud Kota Malang Izinkan SD Negeri Rekrut Siswa Lintas Daerah
