KETIK, BATU – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk deteksi dini penyakit menjadi salah satu layanan ditinjau Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Oktavianus bersama Wali Kota Batu Nurochman, Jumat, 23 Oktober 2026.
Program CKG yang ditinjau berada di Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) Gunungsari, Kota Batu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau warga yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Yakni meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, edukasi pola hidup sehat, serta penguatan kepatuhan dalam mengonsumsi obat.
Selain itu, Pemeriksaan CKG untuk tuberkulosis (TBC) juga dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.
Wamenkes yang akrab disapa dr Benny ini menjelaskan, kunjungan Kementerian Kesehatan ke berbagai daerah merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
Dalam hal ini, jelas dia, UPKD/K memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Layanan tersebut mencakup pemeriksaan dasar, skrining penyakit, hingga pendampingan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia. Benjamin menilai, Kota Batu menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan CKG yang baik.
“Jadi Kota Batu merupakan salah satu kota dengan pelayanan CKG yang terbaik di wilayah ini,” ujar dr Benny saat diwawancarai awak media.
Ia menuturkan, program CKG merupakan bagian dari upaya pemerintah menggeser pendekatan pelayanan kesehatan yang selama ini cenderung berfokus pada pengobatan menjadi lebih mengutamakan pencegahan.
Melalui pemeriksaan kesehatan, tambah dr Benny, masyarakat diharapkan dapat mengetahui potensi gangguan kesehatan lebih awal sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
“Selama ini kan kita datang untuk ngobatin orang sakit. Nah, pemerintah ingin bahwa program pencegahan, jadi penyakit yang dapat dicegah kan banyak,” katanya.
dr Benny juga mengingatkan pentingnya mencegah dan mengendalikan penyakit kronis, terutama diabetes dan hipertensi. Kedua kondisi tersebut berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik, mulai dari stroke hingga gangguan ginjal yang memerlukan cuci darah dan serangan jantung.
“Padahal itu kalau diabetes sama hipertensi dicegah, diobati, kan nggak usah jatuh ke stroke, nggak usah cuci darah, nggak usah kena serangan jantung,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, penguatan UPKD/K menjadi bagian dari program prioritas MBATU SAE. “Pemerintah Kota Batu berupaya memastikan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan dapat berjalan optimal serta berkelanjutan,” tutur Cak Nur, sapaan akrabnya.
Menurut Cak Nur, keberadaan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan permukiman warga diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan penanganan lebih awal apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan. (*)
