Nyeri Pinggang Disertai Susah BAB atau BAK? Kenali Tanda Bahaya CES

27 September 2026 20:00 27 Sep 2026 20:00

Thumbnail Nyeri Pinggang Disertai Susah BAB atau BAK? Kenali Tanda Bahaya CES

Ilustrasi pemeriksaan nyeri pinggang. (Pixabay/kamarsu)

KETIK, JAKARTA – Nyeri pinggang tidak selalu merupakan keluhan ringan yang dapat ditangani sendiri. Jika rasa sakit disertai gangguan buang air besar (BAB), buang air kecil (BAK), serta kebas pada area tertentu, masyarakat perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Neurolog sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, menyebut kombinasi gejala tersebut dapat mengarah pada cauda equina syndrome (CES).

CES merupakan kondisi yang terjadi akibat kompresi berat pada kumpulan saraf di bagian bawah tulang belakang. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan medis segera.

 

Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dr Yeni menjelaskan bahwa saraf memiliki tiga fungsi utama, yaitu sensorik, motorik, dan otonom. Gangguan pada fungsi-fungsi tersebut dapat menghasilkan gejala yang berbeda.

Gangguan sensorik dapat berupa kebas, kesemutan, atau nyeri yang menjalar. Sementara itu, gangguan motorik dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan.

Adapun gangguan fungsi otonom dapat memengaruhi BAB dan BAK. Karena itu, perubahan pada fungsi tersebut bersama dengan nyeri pinggang perlu mendapat perhatian khusus.

Kebas atau hilangnya sensasi pada area bokong dan kemaluan juga termasuk tanda yang perlu diwaspadai ketika muncul bersama keluhan nyeri pinggang.

 

Jangan Menunggu Gejala Memburuk

Masyarakat sebaiknya tidak menunda pemeriksaan jika mengalami kombinasi gejala tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan CES atau kondisi lain.

Dokter akan menggali riwayat keluhan melalui wawancara medis, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan saraf. Dokter juga dapat melakukan tes provokasi sebelum menentukan apakah pasien membutuhkan pemeriksaan penunjang.

Jika diperlukan, pemeriksaan seperti sinar-X, CT scan, atau MRI dapat digunakan untuk membantu mencari penyebab keluhan.

Dr Yeni juga menyarankan masyarakat yang masih ragu untuk memulai pemeriksaan dari dokter umum.

“Kalau teman-teman bingung, datang saja dulu ke dokter umum. Sebenarnya dokter umum pun bisa mengenali tanda ini perlu dirujuk atau cukup ditangani,” ujarnya.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa nyeri pinggang yang menjalar ke kaki tidak otomatis menunjukkan saraf kejepit.

Dr Yeni memperkirakan kasus nyeri pinggang yang benar-benar disebabkan oleh saraf kejepit kurang dari 10 persen. Sebagian besar nyeri pinggang justru termasuk mechanical low back pain yang umumnya berkaitan dengan gangguan otot atau ligamen.

“Kalau nyeri pinggang bawah itu penyebabnya sangat bervariasi. Sebagian besar sebenarnya adalah mechanical low back pain yang umumnya berkaitan dengan gangguan pada otot atau ligamen,” ujar dr Yeni.

Penyebab lain juga dapat mencakup penyakit degeneratif, trauma fisik, TB tulang, hingga penyebaran keganasan ke tulang belakang. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab yang sebenarnya.

 

Hindari Penanganan Sendiri

Ketika mengalami nyeri pinggang, masyarakat sebaiknya tidak langsung memilih penanganan berdasarkan dugaan sendiri. Salah satunya dengan melakukan pijat tanpa memastikan penyebab keluhan.

“Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter fisioterapinya,” katanya.

Pijat memang dapat terasa nyaman pada nyeri yang berkaitan dengan otot. Namun, tindakan tersebut dapat berisiko jika seseorang ternyata mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan berbeda.

Selain mengenali tanda bahaya CES, masyarakat juga perlu memahami penyebab umum nyeri pinggang agar tidak langsung menganggap semua keluhan sebagai saraf kejepit. Pemeriksaan menjadi langkah penting untuk menentukan penyebab sekaligus penanganan yang sesuai.

Tombol Google News

Tags:

Nyeri Pinggang Saraf Kejepit Sakit Pinggang Gejala Saraf Kejepit Cauda Equina Syndrome Kesehatan Tulang Belakang Kesehatan Saraf