Dugaan Wabah Pes di Rusia, Hampir 200 Orang Dikarantina usai Satu Pekerja Lab Meninggal

5 Oktober 2026 23:15 5 Okt 2026 23:15

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Dugaan Wabah Pes di Rusia, Hampir 200 Orang Dikarantina usai Satu Pekerja Lab Meninggal

Ilustrasi petugas melakukan penanganan dan pemantauan di tengah dugaan kasus penyakit pes setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia. (Foto: WHO)

KETIK, JAKARTA – Hampir 200 orang di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, dikarantina setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia akibat dugaan infeksi penyakit pes.

Pekerja tersebut disebut terpapar bakteri setelah tidak sengaja memecahkan tabung reaksi berisi patogen saat mengambil sampel.

Pekerja Institut Penelitian Anti-Pes di Shelekhov, Darya Shipilova, dilaporkan mengalami pneumonia parah dengan penyebab yang belum diketahui.

Ia kemudian dirawat di rumah sakit pada Selasa, 29 September 2026 dan dipasangi ventilator, tetapi meninggal dunia tak lama kemudian.

Laporan Kyiv Independent menyebut Shipilova terpapar bakteri setelah insiden di laboratorium tersebut.

Media independen Rusia, Lyudi Baikal, melaporkan sedikitnya 197 orang yang diduga melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan pekerja tersebut telah ditempatkan dalam isolasi medis.

Lebih dari 100 orang di antaranya sedang dipantau di bangsal rumah sakit.

Sejumlah rumah sakit di Kota Irkutsk juga dilaporkan ditutup untuk menjalani karantina selama tiga minggu.

Langkah tersebut mencakup Rumah Sakit Distrik Shelekhov, fasilitas bersalin di dekatnya, serta sebuah pabrik aluminium setempat.

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengimbau masyarakat tetap tenang.

Ia menyampaikan bahwa komisi penanggulangan epidemi telah menggelar pertemuan untuk membahas dugaan kasus infeksi yang sangat berbahaya tersebut.

Meski demikian, Kobzev menyatakan seluruh orang yang telah diidentifikasi sebagai kontak erat tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan mereka dinyatakan negatif.

Aparat penegak hukum Rusia juga dilaporkan telah memulai penyelidikan pidana terkait dugaan pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja yang berujung pada meninggalnya pekerja laboratorium tersebut.

Mantan Kepala Rospotrebnadzor Gennady Onishchenko mengatakan kemungkinan kasus tersebut bukan penyakit pes.

Namun, ia menyebut apabila penyakit tersebut nantinya terkonfirmasi, kemungkinan penyebarannya tetap kecil.

Sementara itu, pemimpin Republik Buryatia Alexey Tsydenov sempat menyatakan bahwa pekerja tersebut meninggal akibat penyakit pes.

Namun, pernyataannya kemudian diubah dengan menyebut korban "kemungkinan" terinfeksi penyakit tersebut.

Dugaan penyakit pes muncul karena fasilitas tempat korban bekerja menangani patogen berbahaya.

Salah satu kemungkinan yang menjadi perhatian adalah pes pneumonik, salah satu bentuk penyakit yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

Pes pneumonik berbeda dengan pes bubonik dan pes septisemik. Penyakit tersebut menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan pernapasan dari penderita yang terinfeksi.

Menurut pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, pes pneumonik dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan kelemahan fisik yang muncul secara cepat.

Kondisi tersebut dapat disertai gangguan pernapasan berat, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, serta keluarnya lendir encer atau bercampur darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit pes dapat ditangani dengan pemberian antibiotik sejak awal serta penerapan langkah-langkah pengendalian infeksi.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pihaknya mengetahui adanya kemungkinan kematian akibat penyakit tersebut di Rusia.

"Kami memantau situasi ini secara saksama bersama CDC dan mitra antarlembaga kami lainnya," ujar juru bicara tersebut, dikutip Ketik.com, Senin, 5 Oktober 2026.

"Banyak perincian yang belum terkonfirmasi. Kami mendesak pihak berwenang Rusia untuk segera dan secara terbuka membagikan informasi yang akurat," tambahnya.

Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab pasti kematian pekerja laboratorium itu dan status dugaan penyakit pes masih menjadi bagian dari penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.(*)

Tombol Google News

Tags:

Darya Shipilova Igor Kobzev Gennady Onishchenko Institut Anti-pes Penyakit Pes Pes Pneumonik Karantina Irkutsk Siberia Rusia Yersinia Pestis Rumah Sakit Irkutsk Berita Irkutsk Info Irkutsk