KETIK, JAKARTA – Warga negara Indonesia (WNI) Muhammad Taufiq dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya setelah bergabung dengan militer Rusia yang bertempur di Ukraina. Pria asal Sorong, Papua Barat, tersebut diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan sebelum akhirnya menandatangani kontrak militer dan dikirim ke medan perang.
Informasi mengenai kematian Taufiq diungkap Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina atau GUR dalam laporan yang dikutip Suara.com -jejaring media Ketik.com- pada Oktober 2026. Menurut laporan tersebut, Taufiq meninggal ketika pasukan Rusia berupaya memperluas wilayah pendudukan di kawasan Donetsk, Ukraina.
Sebelum bergabung dengan militer Rusia, Taufiq diketahui pernah bekerja sebagai sopir taksi di Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman sebagai manajer di perusahaan agribisnis, pernah bekerja di Amerika Serikat, dan menguasai bahasa Inggris.
Direkrut Setelah Mengirimkan Lamaran Pekerjaan
Berdasarkan laporan GUR, Taufiq diduga menarik perhatian perekrut Rusia setelah mengirimkan curriculum vitae (CV) untuk mencari pekerjaan. Ia kemudian disebut tertarik pada tawaran yang menjanjikan penghasilan dan berangkat ke Moskow, Rusia.
Namun, proses tersebut berujung pada perekrutan Taufiq untuk bergabung dengan militer Rusia. Ia kemudian menjalani tahapan administrasi dan menandatangani kontrak militer sebelum dikirim ke wilayah konflik di Ukraina.
Laporan intelijen Ukraina menyebut Taufiq menandatangani kontrak selama satu tahun pada 19 April 2026 di Kota Korolyov, wilayah Moskow. Dalam dinas militernya, ia mendapat tugas sebagai penembak senapan mesin atau machine gunner.
Setelah menandatangani kontrak, Taufiq ditempatkan di pusat pelatihan militer dekat Voronezh. Ia dilaporkan menjalani pelatihan selama sekitar satu setengah pekan sebelum dipindahkan ke wilayah Ukraina yang berada di bawah pendudukan Rusia.
Pada awal Mei 2026, Taufiq dikirim untuk menjalankan tugas militer di kawasan tersebut. Masa persiapannya yang relatif singkat itu mendahului penugasannya di medan perang.
Menurut GUR, Taufiq tewas dalam pertempuran pertamanya saat pasukan Rusia bergerak dari Desa Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve, di wilayah Donetsk.
Kematian tersebut dilaporkan terjadi ketika pasukan Rusia berupaya memperluas wilayah yang mereka kuasai di Ukraina.
Intelijen Ukraina Soroti Perekrutan Warga Asing
GUR juga menyoroti perekrutan warga negara asing untuk bergabung dengan militer Rusia. Lembaga intelijen tersebut mengaku terus memublikasikan informasi mengenai perekrutan itu melalui platform Stop Russian Recruiters.
Selain itu, GUR menyebut warga asing yang telah bergabung dengan pasukan Rusia masih memiliki kesempatan untuk menyerahkan diri kepada pihak Ukraina. Informasi mengenai prosedur tersebut tersedia melalui layanan Telegram I Want to Live atau Khochu Zhit.
Kasus Taufiq menjadi salah satu laporan mengenai warga negara asing yang terlibat dalam perang Rusia-Ukraina. Ia dilaporkan berangkat ke Rusia setelah mencari pekerjaan, menandatangani kontrak militer, menjalani pelatihan singkat, lalu tewas dalam pertempuran pertamanya di wilayah Donetsk. (*)
