Survei Mahasiswa MBKM UB Ungkap Keluhan Pedagang Ikan Soal Lonjakan Harga Plastik di Madiun

15 Juni 2026 13:34 15 Jun 2026 13:34

Aisyah Fisa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Survei Mahasiswa MBKM UB Ungkap Keluhan Pedagang Ikan Soal Lonjakan Harga Plastik di Madiun

Mahasiswa MBKM UB bersama DKPP Kota Madiun melakukan survei dan wawancara dengan pedagang ikan di Pasar Besar Kota Madiun. (Foto: PSDKU UB Kediri)

KETIK, MADIUN – Kenaikan harga plastik kemasan menjadi tantangan baru bagi pedagang ikan di Pasar Besar Kota Madiun.

Di tengah upaya mempertahankan pelanggan dan menjaga stabilitas harga jual, para pedagang kini harus menghadapi bertambahnya biaya operasional akibat melonjaknya harga kebutuhan penunjang tersebut.

Kondisi itu terungkap dalam survei lapangan yang dilakukan pada 10 Juni 2026 oleh mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Magang Industri Universitas Brawijaya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.

Melalui observasi dan wawancara langsung dengan pedagang ikan, tim menemukan bahwa kenaikan harga plastik memberikan dampak nyata terhadap aktivitas perdagangan sehari-hari.

Plastik kemasan yang selama ini menjadi kebutuhan utama dalam melayani pembeli kini menjadi salah satu komponen biaya yang cukup membebani pedagang. Penggunaannya yang tinggi membuat kenaikan harga plastik sulit dihindari dari perhitungan biaya usaha.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Besar Kota Madiun, Karni, mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan kemasan.

"Kami membutuhkan plastik setiap hari untuk melayani pembeli. Ketika harga plastik naik, biaya yang dikeluarkan juga bertambah, sedangkan harga ikan tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi karena khawatir pembeli berkurang," ujarnya.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa sejumlah pedagang mulai menerapkan berbagai strategi untuk menekan pengeluaran. Beberapa di antaranya memilih mengurangi penggunaan plastik atau beralih menggunakan plastik dengan ketebalan yang lebih tipis agar biaya operasional tetap terkendali.

Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu sepenuhnya mengatasi persoalan. Pedagang tetap dituntut lebih cermat dalam menentukan harga jual ikan agar tetap kompetitif tanpa mengurangi minat konsumen.

Di sisi lain, kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan pendukung usaha tidak hanya berdampak pada pelaku usaha berskala besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh pedagang tradisional di pasar rakyat.

Para pedagang berharap adanya perhatian dari pihak terkait terhadap persoalan tersebut. Stabilitas harga plastik maupun penyediaan alternatif kemasan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa MBKM tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan, tetapi juga memahami secara langsung berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha sektor perikanan.

Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pihak terkait dalam merumuskan langkah yang tepat guna mendukung keberlanjutan usaha pedagang ikan di pasar tradisional.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mahasiswi Ub Kediri Kenaikan harga plastik MBKM pedagang ikan