KETIK, BANDUNG – Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi dengan jumlah investor pasar modal terbesar di Indonesia. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Barat telah mencapai sekitar 5,7 juta Single Investor Identification (SID) atau sekitar 33 persen dari total investor nasional.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat Darwisman pada Media Update Triwulan II 2026 OJK Jawa Barat di Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).
Menurut Darwisman, tingginya jumlah investor menunjukkan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat Jawa Barat dalam memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai sarana investasi sekaligus perencanaan keuangan jangka panjang.
"Jumlah investor pasar modal di Jawa Barat sampai Juni 2026 mencapai sekitar 5,7 juta SID. Angka ini merupakan yang terbesar secara nasional dengan kontribusi sekitar 33 persen dari total investor Indonesia," ujarnya.
Meski demikian, Darwisman mengingatkan bahwa peningkatan jumlah investor harus diimbangi dengan penguatan literasi dan pemahaman terhadap risiko investasi. Menurutnya, pertumbuhan investor tidak boleh hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas pengambilan keputusan investasi.
Karena itu, OJK terus memperluas program edukasi keuangan melalui berbagai kegiatan literasi yang menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat umum di berbagai daerah di Jawa Barat.
Ia mengatakan, edukasi menjadi kunci agar masyarakat mampu membedakan investasi yang legal dan diawasi dengan berbagai bentuk investasi ilegal yang masih marak bermunculan.
"Yang kami dorong bukan sekadar masyarakat menjadi investor, tetapi menjadi investor yang memahami produk, risiko, dan hak-haknya sebagai konsumen jasa keuangan," katanya.
Selain mendorong peningkatan literasi, OJK juga terus memperkuat perlindungan konsumen melalui pengawasan terhadap pelaku industri jasa keuangan serta penindakan terhadap aktivitas investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
Darwisman menilai besarnya jumlah investor di Jawa Barat merupakan modal penting untuk memperkuat pendalaman pasar keuangan nasional. Dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan investasi domestik.
"Semakin banyak masyarakat yang berinvestasi secara benar, maka semakin kuat pula kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional," ujarnya.
Pertumbuhan investor tersebut sekaligus menjadi salah satu indikator meningkatnya inklusi keuangan masyarakat Jawa Barat di tengah terus berkembangnya pemanfaatan layanan keuangan digital dan akses investasi yang semakin mudah.(*)
