Harga Telur Sempat Anjlok Berbulan-bulan, Wamentan Sudaryono Siapkan Solusi Cegah Krisis Terulang

18 Juli 2026 13:00 18 Jul 2026 13:00

Maulidya Marta Z., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Harga Telur Sempat Anjlok Berbulan-bulan, Wamentan Sudaryono Siapkan Solusi Cegah Krisis Terulang

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri acara HKTI se-Jawa Timur di Kabupaten Malang, Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: Marta/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Persoalan anjloknya harga telur hingga tingginya biaya pakan menjadi perhatian dalam pelantikan DPD dan DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Menanggapi keluhan peternak, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan pemerintah menyiapkan langkah agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan DPC HKTI Kabupaten Malang menyampaikan keresahan peternak yang selama tiga hingga empat bulan terakhir harus menghadapi harga telur yang jatuh drastis.

"Kemarin sudah tiga sampai empat bulan harga telur sangat jatuh. Mohon diusut tuntas penyebabnya agar ke depan tidak terulang kembali. Walaupun sekarang harganya mulai naik, tetapi harga pakan sudah naik duluan. DKK sekarang sudah hampir mencapai Rp10 ribu. Mohon negara hadir agar peternak bisa berdikari," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sudaryono menjelaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada protein hewani. Menurutnya, komoditas ayam pedaging maupun telur sudah tidak lagi bergantung pada impor, bahkan sebagian telah diekspor ke sejumlah negara.

Namun, ia mengungkapkan muncul fenomena meningkatnya produksi ayam dan telur yang dipicu ekspektasi pasar baru, sehingga menyebabkan kelebihan pasokan di dalam negeri.

"Indonesia ini sudah swasembada protein. Ayam daging tidak impor dan telur juga tidak impor, bahkan kita sudah ekspor ke beberapa negara,” jelas Sudaryono,

Hanya saja, banyak pelaku usaha yang melihat adanya peluang pasar baru setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akhirnya kandang yang sebelumnya tidak penuh menjadi penuh, bahkan banyak yang membangun kandang baru. Kondisi ini menyebabkan over supply," lanjutnya.

Ia mengakui, pemerintah tidak menampik adanya persoalan harga ayam dan telur yang sempat menekan peternak. Karena itu, Kementerian Pertanian terus berupaya menjaga stabilitas harga agar kesejahteraan peternak tetap terjamin.

Sudaryono juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian Presiden dalam rapat kabinet. Pemerintah, kata dia, tengah merumuskan mekanisme perlindungan bagi peternak agar fluktuasi harga tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

"Presiden dalam rapat kabinet secara khusus membahas bagaimana peternak kita bisa terlindungi. Menteri yang menangani urusan pangan diminta memikirkan mekanismenya, sehingga persoalan seperti ini tidak terus berulang setiap tahun," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian berencana mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk membahas secara khusus persoalan sektor pangan, terutama komoditas unggas. Forum tersebut diharapkan menghasilkan solusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan produksi, distribusi, dan stabilitas harga sehingga peternak tidak kembali dirugikan akibat gejolak pasar. (*)

Tombol Google News

Tags:

HKTI Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Harga telur