KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Triwulan I 2026 sebesar Rp 58,4 miliar. Angka itu setara 21,71 persen dari target PAD tahun ini yang dipatok sebesar Rp 269 miliar.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halsel, Farid Husen, saat diwawancarai Ketik.com di ruang kerjanya, Selasa, 21 April 2026.
Farid menjelaskan, capaian PAD hingga 31 Maret 2026 itu sebelumnya telah dibahas dalam rapat evaluasi bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk pengelola pajak dan retribusi daerah. Dalam struktur pendapatan daerah, pengelolaan pajak berada di BPKAD, sedangkan retribusi tersebar di beberapa SKPD teknis.
“Untuk PAD triwulan I itu kemarin kami sudah melakukan rapat bersama SKPD, bersama pengelola pajak dan retribusi. Pajak itu di BPKAD, retribusi itu tersebar di beberapa SKPD,” kata Farid.
Secara fiskal, realisasi 21,71 persen itu memang masih berada di bawah proyeksi ideal triwulanan. Jika target tahunan dibagi secara proporsional, maka capaian pada Triwulan I semestinya berada di kisaran 25 persen. Namun, menurut Farid, pola seperti itu bukan hal baru dalam siklus penerimaan daerah.
“Dari data yang ada per triwulan I, capaian realisasinya itu di angka 21,71 persen dari target Rp 269 miliar. Sampai dengan 31 Maret 2026 terealisasi Rp 58,4 miliar atau 21,71 persen,” ujarnya.
Ia mengatakan, realisasi PAD pada awal tahun umumnya memang belum mencapai ambang ideal triwulanan. Hal itu, kata dia, berkaitan dengan karakter penerimaan daerah yang cenderung mengalami akselerasi pada semester kedua, terutama pada Triwulan III dan IV.
“Seharusnya atau idealnya kalau dibagi per triwulan, maka triwulan I itu harusnya 25 persen. Tapi ini biasanya begitu tiap tahun, karena itu nanti kami akan mencapai di triwulan III dan IV, itu dia langsung tinggi,” katanya.
Farid menegaskan, deviasi dari target triwulan pada awal tahun tidak serta-merta menunjukkan kinerja pendapatan daerah akan meleset pada akhir tahun anggaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kurva realisasi PAD Halmahera Selatan memang lebih kuat pada paruh akhir tahun.
“Jadi untuk triwulan I biasanya pengalaman tahun-tahun sebelumnya, per 31 Maret hampir tidak memenuhi 25 persen. Tapi bukan berarti kemudian tidak akan mencapai 100 persen di akhir tahun,” tutur Farid.
