Tradisi Wiwit Panen Raya di Bojonegoro Tetap Lestari, Sri Wahyuni Tekankan Pentingnya Perhatian bagi Petani

20 Juni 2026 22:38 20 Jun 2026 22:38

Sukiman, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tradisi Wiwit Panen Raya di Bojonegoro Tetap Lestari, Sri Wahyuni Tekankan Pentingnya Perhatian bagi Petani

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengikuti kegiatan Wiwit Panen Raya di Dukuh Kendal, Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, menggelar tradisi Wiwit Panen Raya di Dukuh Kendal, Sabtu pagi, 20 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari budaya agraris masyarakat Jawa tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat serta kelompok tani setempat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa tradisi wiwit merupakan warisan budaya yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat sejak zaman leluhur dan hingga kini tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, pelestarian tradisi tersebut memiliki makna penting karena mencerminkan rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus menunjukkan kuatnya peran petani dalam mendukung ketahanan pangan.

Sri Wahyuni menilai Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan nasional. Karena itu, keberhasilan sektor pertanian perlu terus dijaga melalui dukungan yang berkelanjutan kepada para petani.

Ia mengatakan momentum panen raya tidak boleh hanya dimaknai sebagai perayaan hasil pertanian semata. Momen tersebut juga harus menjadi pengingat bahwa petani membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, mulai dari aspek kebijakan, pembiayaan, perlindungan usaha tani hingga kepastian distribusi hasil panen.

"Kami di DPRD Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pembangunan dan normalisasi jaringan irigasi, peningkatan kualitas jalan usaha tani, kemudahan akses pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian modern, serta penguatan cadangan pangan daerah. Selain itu, stabilitas harga gabah juga harus menjadi perhatian bersama agar petani mendapatkan keuntungan yang layak dan tidak terus berada pada posisi yang rentan saat hasil panen melimpah," tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni berharap Kabupaten Bojonegoro dapat terus mempertahankan perannya sebagai daerah produktif sekaligus lumbung pangan nasional. Ia juga mendorong agar daerah tersebut semakin mandiri dalam sektor pertanian tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

"Ke depan, saya berharap Kabupaten Bojonegoro dapat terus menjadi daerah yang produktif dan menjadi lumbung pangan nasional, yang mandiri dalam sektor pertanian, dengan tetap menjaga kearifan lokal seperti tradisi wiwit sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan terhadap budaya agraris masyarakat Jawa Timur," ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD akan terus berupaya memastikan pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga keberlanjutan pangan bagi generasi mendatang.

Agenda Wiwit Panen Raya di Dukuh Kendal turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bojonegoro H. Sukur Priyanto, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto, Kelompok Tani Sumber Makmur, Sub P3A Tirto Mulyo, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wiwit Panen Raya Bojonegoro Sri Wahyuni DPRD Jawa Timur Petani Bojonegoro Ketahanan pangan nasional Tradisi Wiwit