Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek Gelar Raker, Perkuat Manajemen dan Program Pelayanan Umat

19 Oktober 2026 08:58 19 Okt 2026 08:58

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek Gelar Raker, Perkuat Manajemen dan Program Pelayanan Umat

Pengurus Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menggelar seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) pada Minggu, 18 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pengurus Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menggelar seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Hidayatul Khoir tersebut diikuti 49 pengurus untuk menyusun program kerja periode 2026–2030 sekaligus memperkuat tata kelola masjid dan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan sambutan Ketua Takmir Masjid Hidayatul Khoir, KH. Taufiqur Rahman, serta seminar manajemen masjid dengan menghadirkan Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, KH. Mahmudi Muhith, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, KH. Taufiqur Rahman mengatakan, seminar dan rapat kerja tersebut merupakan terobosan baru dalam kepengurusan periode 2026–2030. Kegiatan ini dirancang untuk membekali pengurus dalam menyusun program kerja yang terstruktur, terencana, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pengurus tidak hanya fokus pada kegiatan rutin peribadatan, tetapi juga perlu menyusun program kerja yang lebih variatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, seminar kemasjidan dengan menghadirkan narasumber dari Dewan Masjid Indonesia Kota Malang sangat diperlukan untuk memberikan penyegaran bagi seluruh takmir,” ujarnya.

Foto Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, KH. Mahmudi Muhith, menjadi narasumber dalam seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) Pengurus Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu, 18 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, KH. Mahmudi Muhith, menjadi narasumber dalam seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) Pengurus Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu, 18 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)

Dalam seminar bertajuk “Arah Pengembangan dan Penguatan Manajemen Masjid dalam Pelayanan Umat”, KH. Mahmudi Muhith menekankan bahwa menjadi pengurus masjid merupakan amanah sekaligus keistimewaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurut dia, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan tersebut, antara lain, dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan kaum duafa, penyediaan lingkungan masjid yang ramah anak, serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kita sebagai petugas yang memakmurkan masjid adalah manusia pilihan yang mendapat posisi khusus di mata Allah SWT. Kita mendapat jaminan perlindungan pada hari kiamat kelak sebagai salah satu dari tujuh kelompok yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, kita patut bangga dan terus meningkatkan kemampuan diri agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan masyarakat yang memberikan dampak positif,” tuturnya.

KH. Mahmudi juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi pengelolaan masjid. Di antaranya, belum optimalnya penerapan prinsip manajemen yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengurus serta penyusunan program yang belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi jamaah juga menjadi tantangan dalam pengembangan fungsi masjid.

Ia menjelaskan, pengelolaan masjid perlu memperhatikan tiga aspek utama, yakni idaroh (manajemen), imaroh (pemakmuran), dan ri’ayah (pemeliharaan). Aspek tersebut perlu didukung dengan kelengkapan administrasi dan informasi, seperti papan nama masjid, papan struktur kepengurusan, serta jadwal khatib dan bilal.

Selain itu, masjid perlu mengoptimalkan kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah lima waktu, salat gerhana, majelis taklim, dan peringatan hari besar Islam. Penguatan berbagai aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan masjid sekaligus memperluas manfaatnya bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Foto Para peserta seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu, 18 Oktober 2026.  (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)Para peserta seminar manajemen masjid dan rapat kerja (raker) Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu, 18 Oktober 2026. (Foto: Miftahul Huda for Ketik.com)

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja masing-masing bidang yang dipimpin oleh koordinator bidang. Sebelum rapat dimulai, Ketua Takmir memberikan arahan mengenai visi, misi, dan program unggulan masjid sebagai acuan bagi setiap bidang dalam menyusun rencana kegiatan.

Setiap bidang kemudian membahas program kerja melalui rapat komisi. Salah satunya, Koordinator Bidang PHBI, Ustad Senen Isnanto, memaparkan program gebyar Peringatan Hari Besar Islam yang lebih variatif dan berdampak langsung untuk masyarakat. Koordinasi Bidang Peribadatan dan Dakwah Ustad Sudirman, memaparkan pelatihan perawatan jenazah dan pelatihan tahsin Al Quran bagi imam, muazin, dan bilal.

Hasil pembahasan masing-masing bidang selanjutnya dipaparkan dalam rapat pleno yang diikuti seluruh pengurus. Dalam forum tersebut, setiap koordinator menyampaikan program prioritas untuk periode kerja 2026–2027, lengkap dengan jadwal pelaksanaan dan rancangan anggaran.

Sejumlah usulan program mengemuka dalam rapat tersebut. Penasihat Takmir Masjid Hidayatul Khoir, KH. Asif Budairi, mengusulkan kegiatan studi tiru ke Masjid Jami’ Kota Malang. Sementara itu, Bidang Rumah Tangga mengusulkan pembangunan dapur umum untuk mendukung program Jumat Berkah. Bidang Pembangunan mengusulkan revitalisasi manajemen kantor masjid, sedangkan bidang Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mengusulkan kegiatan parenting bagi orang tua santri.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Asif Budairi dan foto bersama seluruh peserta.

Melalui seminar dan rapat kerja ini, pengurus Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan masjid serta menjalankan program kerja secara terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pengurus untuk memakmurkan masjid sekaligus memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan dan manfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar.

Tombol Google News

Tags:

Masjid Hidayatul Khoir Gasek Kh. Taufiqur Rahman Kh. Mahmudi Muhith Kh Asif Budairi