KETIK, BANYUWANGI – Anggapan bahwa dunia pertambangan hanya milik laki-laki perlahan mulai terpatahkan.
Di balik kerasnya industri tambang, perempuan kini mulai mengambil peran penting dan menunjukkan kemampuannya.
Hal itu dibuktikan oleh PT Bumi Suksesindo (PT BSI), operator tambang emas di kawasan Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.
Human and Resources Department Manager PT BSI, Mukhammad Adhy Prasetya, mengatakan pihaknya terus mendorong keterlibatan perempuan dalam operasional tambang, termasuk di sektor lapangan.
“Saat ini kami memiliki sekitar 20 operator alat berat perempuan,” katanya, Selasa, 21 April 2026.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Female Green Operator, yakni rekrutmen khusus operator alat berat perempuan dari warga lokal di sekitar wilayah operasional Tujuh Bukit.
Karyawan perempuan di PT BSI.
Sebagai anak perusahaan Merdeka Copper Gold Tbk, PT BSI berkomitmen menerapkan kesetaraan kesempatan kerja tanpa membedakan gender, sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.
“Tidak ada perlakuan khusus terhadap pekerja perempuan di PT BSI. Setiap lowongan kerja tidak pernah mencantumkan syarat jenis kelamin tertentu,” ujarnya.
Menurut Adhy, seluruh karyawan memiliki kesempatan yang sama dalam karier, termasuk dalam hal benefit, jaminan, hingga remunerasi.
Meski demikian, perusahaan tetap menyediakan fasilitas khusus bagi pekerja perempuan, seperti ruang laktasi dan ruang istirahat.
Sementara itu, Chief Geologist PT BSI, Junita Christie Siregar, menilai peluang perempuan di industri tambang semakin terbuka dalam satu dekade terakhir.
“Kesempatan itu akan semakin besar seiring perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesetaraan kerja,” katanya.
Ia mengakui, tantangan masih ada, terutama stereotipe yang menganggap perempuan lebih lemah dan tidak cocok bekerja di sektor tambang yang identik dengan pekerjaan berat dan berisiko.
Namun, ia mendorong perempuan untuk tidak ragu mengambil peluang dan membuktikan kompetensinya.
“Ketika kita kerja di tambang semua sama. Kita harus terima tantangan itu, kerja smart, kerja aman, dan berkolaborasi,” ujarnya.
Data internal perusahaan mencatat, jumlah pekerja perempuan di PT BSI mencapai 129 orang atau sekitar 10,3 persen dari total 1.248 pekerja.
Mereka tersebar di berbagai posisi, baik di lapangan sebagai operator alat berat maupun di sektor administrasi dan manajerial.
Secara global, laporan Women and the Mine of the Future Global Report pada April 2023 menunjukkan dominasi pekerja laki-laki di sektor tambang masih mencapai 85 persen.
Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Februari 2025, pekerja perempuan di sektor ini baru sekitar 8,24 persen.
Meski demikian, langkah PT BSI dinilai menjadi bukti bahwa perempuan mampu menembus batas dan berkontribusi di sektor yang selama ini dianggap maskulin, sekaligus menghadirkan semangat Kartini di dunia pertambangan modern.(*)
