Sambut Tamu Muktamar NU, 99 Masjid Jombang Disulap Jadi Rest Area

24 Agustus 2026 07:01 24 Agt 2026 07:01

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sambut Tamu Muktamar NU, 99 Masjid Jombang Disulap Jadi Rest Area

Peresmian gerakan "99 Masjid Ramah Muktamirin" oleh Bupati Jombang Warsubi (tiga dari kiri) bersama jajaran Forkopimda dan Ketua DMI Jombang di Masjid Agung Baitul Mukminin, Minggu (23/8/2026). (Foto: Dok, Pesantren Tambakberas)

KETIK, JOMBANG – Kota Santri terus bersiap menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas 27-31 Agustus 2026. Untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi puluhan ribu peserta dan pecinta NU yang datang dari berbagai penjuru tanah air, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang merangkul puluhan rumah ibadah di wilayahnya.

Melalui terobosan bertajuk "99 Masjid Ramah Muktamirin", sebanyak 99 masjid yang tersebar di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Jombang disiagakan. Tempat ibadah ini disulap tidak sekadar menjadi sarana salat, melainkan juga titik singgah (rest area) serta tempat menginap sementara.

Peresmian gerakan pelayanan ini ditandai secara simbolis lewat tabuhan rebana oleh Bupati Jombang Warsubi bersama jajaran Forkopimda dan Ketua DMI Jombang di Masjid Agung Baitul Mukminin, Minggu (23/8/2026). Momentum ini menjadi penanda kesiapan penuh seluruh elemen masyarakat lokal dalam memuliakan para tamu organisasi.

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa terpilihnya Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU adalah sebuah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab bersama. Kehadiran lautan manusia dipastikan bakal menghidupkan dinamika sosial dan ekonomi di Kota Santri selama gelaran berlangsung.

"Sebentar lagi Kabupaten Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Kegiatan ini tentu akan dihadiri ribuan orang yang datang ke Jombang," ujar Warsubi saat memberikan sambutan.

Ia mengapresiasi tinggi inisiatif peluncuran jaringan 99 masjid tersebut. Menurut Warsubi, keberadaan masjid dan musala akan menjadi jujugan utama bagi para muktamirin yang membutuhkan tempat beristirahat di sela-sela padatnya agenda muktamar.

"Masjid dan musala pasti akan menjadi tempat yang banyak didatangi para muktamirin selama gelaran Muktamar ke-35 NU," kata Warsubi menegaskan.

Guna memastikan kenyamanan para tamu, Warsubi mengimbau para takmir dan pengelola masjid untuk menjaga kebersihan fasilitas secara ekstra. Ketersediaan air bersih, kerapian ruang utama, hingga kelayakan toilet menjadi perhatian vital yang harus dijaga selama hajatan berlangsung.

"Jaga kebersihan dan kenyamanan masjid, agar muktamirin nyaman ketika berkunjung ke masjid," pesannya kepada para pengurus takmir.

Tak lupa, Warsubi menaruh harapan besar kepada seluruh lapisan warga Jombang agar menyambut para tamu dengan senyuman dan keramahan khas warga Nahdliyin. Sikap hangat masyarakat dipandang sebagai cermin kebahagiaan Kota Santri dalam menyukseskan agenda akbar tersebut.

"Mari kita sambut Muktamar ke-35 NU ini dengan semangat dan kebanggaan. Kita sambut seluruh tamu di Kabupaten Jombang dengan ramah dan bahagia," tuturnya.

Strategi penyiapan 99 masjid ini sengaja dirancang agar konsentrasi massa tidak menumpuk di satu titik saja. Meski Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjadi episentrum utama, PCNU Jombang ingin atmosfer kehangatan muktamar menjangkau hingga ke pelosok kecamatan.

Gerakan kolektif ini mengusung empat pilar nilai utama, yakni merajut persatuan, merawat jaga, membangun peradaban, dan menguatkan kemandirian. Nilai-nilai tersebut diejawantahkan dalam bentuk pelayanan tulus warga lokal kepada sesama saudara seiman dan seorganisasi.

Guna memudahkan navigasi para pengunjung dari luar daerah, panitia juga melengkapi program ini dengan peta petunjuk lokasi terintegrasi. Lewat panduan digital maupun cetak, para muktamirin dapat dengan mudah menemukan masjid ramah terdekat di sepanjang rute perjalanan mereka.

Sementara itu, Ketua DMI Jombang Didin Ahmad Sholahuddin alias Gus Didin menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi konkret antara DMI, PCNU, dan Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang.

"Hari ini kami menyelenggarakan launching program Masjid Ramah Muktamirin dan Ramah Mukhibin. Temanya adalah ‘99 Masjid Ramah Muktamirin’ untuk menyambut kedatangan para tamu di Kabupaten Jombang," kata Gus Didin.

Dari total 99 lokasi yang terdaftar, Gus Didin membeberkan bahwa sekitar 25 hingga 30 masjid di antaranya telah diinventarisasi dan dinyatakan layak untuk difungsikan sebagai tempat menginap bagi para peserta maupun simpatisan NU (mukhibin).

"Ini bentuk kebahagiaan masyarakat Jombang karena dipercaya menjadi tuan rumah. Harapannya, kebahagiaan yang kami rasakan juga dapat dirasakan langsung oleh para tamu yang hadir," ungkapnya.

Penentuan lokasi masjid tidak dibagi merata per kecamatan, melainkan disesuaikan dengan peta kebutuhan wilayah barat, timur, utara, selatan, dan tengah. Sebelum ditetapkan, setiap masjid wajib melewati tahap verifikasi kelayakan sarana.

Setiap masjid ramah diwajibkan menyediakan tempat istirahat yang layak, fasilitas MCK dan wudu yang memadai, serta komitmen penyediaan konsumsi dasar seperti air mineral, kopi, dan teh secara gratis bagi para tamu.

Proses distribusi logistik pendukung, bendera, backdrop, hingga bantuan bahan konsumsi mulai disalurkan secara bertahap sejak Senin (24/8/2026). Langkah ini dilakukan agar seluruh jaringan masjid siap beroperasi penuh menyambut gelaran muktamar.

Gus Didin menambahkan, konsentrasi pelayanan terbesar tetap difokuskan pada area kota. Masjid-masjid yang berada dalam radius dua kilometer dari pusat kegiatan muktamar disiagakan ekstra sebagai benteng utama kenyamanan para muktamirin. (*)

Tombol Google News

Tags:

nu jombang Muktamar NU Masjid Ramah Muktamirin 99 Masjid Bupati Warsubi