Sahuti Keluhan Warga Soal Jembatan di Babahrot, Zulkarnaini: Harus Segera Diperbaiki

2 Juli 2026 14:49 2 Jul 2026 14:49

T. Rahmat

Editor
Thumbnail Sahuti Keluhan Warga Soal Jembatan di Babahrot, Zulkarnaini: Harus Segera Diperbaiki

Zulkarnaini, anggota DPRK Abdya menyahuti keluhan warga tentang jembatan rangka baja di Babahrot, Abdya, yang terancam ambruk. (Foto: Ist)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Zulkarnaini menanggapi persoalan kondisi jembatan rangka baja yang menghubungkan Desa Pantai Cermin dengan Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot.

"Iya saya ada dapat informasi tentang hal tersebut. Kita khawatir sewaktu-waktu jembatan tersebut bisa ambruk akibat material di abutment tergerus air sungai Krueng Babahrot," ujar Zulkarnaini, Rabu, 1 Juni 2026.

Sebagai legislatif, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdya tersebut menuturkan bahwa untuk mengantisipasi ambruknya jembatan yang diresmikan pada 2022 lalu itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya juga sudah menganggarkan dana pergeseran.

"Anggaran pergeseran dari kepala daerah sekitar Rp1,5 miliar, anggaran ini kebijakan kepala daerah," sebutnya.

Namun begitu, kata pria yang akrab disapa Om Zul, perbaikan jembatan tersebut membutuhkan proses perencanaan yang diperkirakan menghabiskan waktu sekitar dua pekan.

"Proses perencanaan sekitar 2 minggu. Ini anggaran untuk perbaikan. Memang harus segera diperbaiki," tuturnya.

Ia juga berharap pemerintah segera melakukan inspeksi teknis terhadap kondisi jembatan sekaligus mengambil langkah perbaikan secepatnya. Mereka menilai penanganan dini sangat penting agar kerusakan tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Untuk diketahui, jembatan rangka baja yang menghubungkan Desa Pantai Cermin dengan Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, Aceh, kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Padahal, infrastruktur yang dibangun dengan total anggaran sekitar Rp38 miliar itu baru diresmikan pada tahun 2022.

Jembatan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut mulai dibangun pada tahun 2020 menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Namun, belum lima tahun sejak diresmikan, sejumlah bagian jembatan dilaporkan mengalami kerusakan yang memicu kekhawatiran masyarakat.

Warga setempat berharap pemerintah baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya maupun Pemerintah Aceh segera turun tangan, guna melakukan pemeriksaan dan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah hingga membahayakan pengguna jalan.

Warga mengaku prihatin melihat kondisi jembatan yang terus mengalami penurunan kualitas. Ia bahkan mengirimkan video kondisi terkini kepada awak media sebagai bentuk harapan agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi pada abutment jembatan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Kepala Desa Cot Seumantok Zaidami turut membenarkan bahwa jembatan tersebut telah tergerus di bagian tiang tengah jembatan. Ia berharap pihak terkait dapat segera melakukan penanganan.

"Iya benar sudah tergerus air. Bagian bawah tiang jembatan sudah kelihatan tiang pancang. Mudah-mudahan segera dilakukan perbaikan secara permanen," pinta Zaidami.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahun anggaran 2020, Pemkab Abdya mengalokasikan dana sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari DOKA untuk pembangunan konstruksi bawah, meliputi pilar dan abutment jembatan. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adek Abang Thahara sebagai pemenang tender.

Selanjutnya pada tahun 2021, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan bagian atas jembatan, mulai dari lantai hingga pemasangan rangka baja. Tahap kedua ini menghabiskan anggaran sekitar Rp24,5 miliar, yang juga bersumber dari DOKA dan dikerjakan oleh kontraktor yang sama.

Dalam pelaksanaannya, proyek lanjutan tersebut sempat mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak. Namun, pemerintah memberikan perpanjangan waktu kepada pihak rekanan dengan konsekuensi pembayaran denda ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberadaan jembatan rangka baja tersebut sejatinya menjadi akses strategis bagi masyarakat. Infrastruktur itu mampu memangkas jarak tempuh warga Babahrot menuju jalan lebar 30 meter yang menghubungkan kawasan Teluk Surin hingga Kecamatan Susoh.

Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jembatan juga menjadi jalur utama bagi para petani menuju kawasan perkebunan. Dengan adanya akses tersebut, proses pengangkutan hasil perkebunan menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, warga berharap instansi terkait segera melakukan inspeksi teknis terhadap kondisi jembatan sekaligus mengambil langkah perbaikan secepatnya. Mereka menilai penanganan dini sangat penting agar kerusakan tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jembatan Babahrot Jembatan Baja Babahrot Zulkarnaini Pkb Abdya Aceh Barat Daya Aceh abdya Cot Seumantok