Resmi Jabat Dekan, Prof. Erfaniah Siap Kembangkan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang

20 Juli 2026 19:12 20 Jul 2026 19:12

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Resmi Jabat Dekan, Prof. Erfaniah Siap Kembangkan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang

Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H., resmi dilantik menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Malang pada Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com

KETIK, MALANG – Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, M.H. kini resmi mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, fakultas baru yang resmi dibentuk pada Senin, 20 Juli 2026. Dengan mengedepankan kolaborasi, ia berupaya mengembangkan fakultas beserta kedua program studinya.

Dalam pembentukan fakultas baru tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melantik dekan dan wakil dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Dengan pelantikan ini, UIN Malang semakin melengkapi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Pada pelantikan tersebut, Prof. Dr. Erfaniah Zuhriah, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Syariah, resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Ia didampingi Dr. Jamilah, M.A., sebagai Wakil Dekan.

Prof. Erfaniah Zuhriah menjelaskan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam memiliki dua program studi jenjang sarjana (S1), yakni Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) yang sebelumnya berada di bawah Fakultas Syariah, serta Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) yang merupakan program studi baru. Sementara pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3), terdapat satu program studi baru, yakni Studi Islam.

Pada hari pertama bertugas sebagai dekan, Prof. Erfaniah Zuhriah mengungkapkan bahwa penataan awal yang menjadi prioritas meliputi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta pengembangan dampak yang perlu didesain bagi para alumni Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Meski pada tahap awal hanya memiliki satu wakil dekan, yakni Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Erfaniah tetap optimistis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi bersama ketua program studi (kaprodi) dan sekretaris program studi (sekprodi) agar Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam dapat berkembang melalui berbagai prestasi mahasiswa dan capaian yang membanggakan.

"Karena wakil dekan hanya satu, bidang akademik saja. Tetapi dengan kolaborasi, dengan semuanya, dengan prodi, sekprodi, tentunya insyaallah semua bisa berjalan dengan baik. Mohon doanya, ini adalah amanah," tutur Prof. Erfaniah Zuhriah.

Prof. Erfaniah Zuhriah berkomitmen mengemban amanah tersebut melalui kerja sama lintas sektor dengan merangkul berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) guna mewujudkan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam yang unggul secara kelembagaan.

"Bukan sesuatu yang dianggap berat juga tidak, tetapi ini harus diusahakan. Tentunya bagaimana kerja lintas sektor, bagaimana dengan stakeholder kita akan merangkul bersama untuk bisa mewujudkan Fakultas Ushuluddin yang unggul secara kelembagaan," ujarnya.

Prof. Erfaniah Zuhriah juga menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir telah meraih akreditasi Unggul karena sebelumnya berada di bawah naungan Fakultas Syariah serta telah memiliki banyak mahasiswa dan lulusan.

Sementara itu, Program Studi Ilmu Hadis masih tergolong baru dan telah berjalan selama dua angkatan. Pada tahun pertama, jumlah mahasiswa hanya memenuhi satu kelas. Namun, dengan berdirinya fakultas baru ini, pihaknya menargetkan jumlah mahasiswa baru dapat meningkat hingga dua kelas. Adapun target penerimaan mahasiswa untuk Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir mencapai delapan kelas.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat sistem pembelajaran yang berbeda setelah Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir berada di bawah naungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Hafalan Al-Qur'an kini masuk dalam beban SKS. Mahasiswa yang mampu menghafal 30 juz akan memperoleh nilai A pada mata kuliah Tahfiz Al-Qur'an. Sementara mahasiswa yang belum mencapai hafalan 30 juz akan memperoleh nilai sesuai capaian, seperti B atau C.

Selain itu, untuk memperkuat pembelajaran Al-Qur'an dan hadis, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam memiliki banyak dosen yang berlatar belakang sebagai hafiz Al-Qur'an. Prof. Erfaniah Zuhriah juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Hayatul Qur'an guna mendukung pengembangan fakultas.

"Kita punya seluruh dosen-dosennya banyak yang hafiz Al-Qur'an. Jadi kita punya lembaga tahfiz, kita punya lembaga turats (kajian kitab kuning/khasanah Islam klasik)," ungkap Prof. Erfaniah Zuhriah.

Prof. Erfaniah sendiri telah mengawal proses berdirinya Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir sejak masih berada di Fakultas Syariah. Karena itu, ia memahami perjalanan program studi tersebut, mulai dari akreditasi pertama hingga meraih predikat Unggul. Tahun ini, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir juga dijadwalkan mengikuti akreditasi internasional.

Sementara itu, Program Studi Ilmu Hadis juga telah menjalani proses akreditasi. Namun, karena belum memiliki lulusan, status akreditasinya masih Baik Sekali. Ia optimistis setelah program studi tersebut memiliki alumni, akreditasinya dapat ditingkatkan menjadi Unggul.

"Kita juga sudah melakukan akreditasi karena belum ada lulusan. Sehingga, akreditasinya masih B. Insyaallah setelah ada lulusan kami pasti bisa untuk akreditasi unggul," ucap Prof. Erfaniah Zuhriah. (*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang UIN Maliki Malang Kampus Malang Kota Malang