Rambu Sering Dirusak, Dishub Kota Malang Tutup Permanen U-Turn Depan Polinema

2 Juni 2026 15:09 2 Jun 2026 15:09

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Rambu Sering Dirusak, Dishub Kota Malang Tutup Permanen U-Turn Depan Polinema

Petugas Dishub Kota Malang bersama pihak kepolisian saat menutup permanen jalur putar balik (U-Turn) Jalan Soekarno Hatta (Suhat) tepatnya depan Polinema, Selasa, 2 Juni 2026. (Foto: Dishub Kota Malang)

KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menutup permanen salah satu jalur putar balik (U-Turn) di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), tepatnya di depan Politeknik Negeri Malang (Polinema), Selasa, 2 Juni 2026. Jalur tersebut kini tidak dapat lagi dilintasi mobil dan hanya dikhususkan untuk putar balik sepeda motor.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, penutupan permanen dilakukan karena pembatas jalan (barrier) di lokasi tersebut berulang kali dibongkar paksa oleh oknum. Selain itu, rambu larangan berputar bagi mobil yang telah terpasang sebelumnya juga sering menjadi sasaran vandalisme.

"Awalnya itu, rambu larangan putar balik dirusak oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab lalu pembatas jalan di sana juga dibuka secara paksa. Sehingga, mobil ikut putar balik dan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas yang cukup signifikan di dekat Jembatan Suhat," jelasnya.

Widjaja mengungkapkan, penutupan permanen kali ini menggunakan barrier semen guna menghentikan kemacetan panjang akibat pengendara mobil yang nekat memutar balik secara ilegal.

"Kalau tidak ditutup dan terus dibiarkan seperti ini, arus kendaraan yang menuju ke pertigaan Jembatan Suhat menjadi terganggu dan timbul kepadatan. Akhirnya, diambil keputusan bahwa lokasi putar balik itu ditutup permanen dan hanya diperbolehkan khusus roda dua," ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa proses pengerjaan fisik penutupan jalur tersebut masih berlangsung di lapangan. Pihaknya menargetkan proses tersebut dapat rampung pada sore hari ini.

"Saat ini, masih dikerjakan oleh teman-teman di lapangan Pada prinsipnya, rekayasa lalu lintas ini dilakukan dalam rangka mengurangi kepadatan agar kendaraan tetap bisa mengalir lancar," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Djaja juga menambahkan bahwa untuk mobil dapat putar balik di U-Turn yang berada di depan Taman Krida Budaya Jawa Timur. Meski relatif agak jauh, tetapi kondisi arus lalu lintas di Jalan Suhat tetap berjalan lancar.

"Lebih baik berputar sedikit lebih jauh, tetapi arusnya tetap lancar. Kalau tetap memaksakan putar balik di U-Turn yang sudah kami tutup ini, maka akan terjadi kepadatan dan menghambat pengguna jalan lainnya," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Dishub Kota Malang polinema Kota Malang