KETIK, BATU – Proyek pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kota Batu, terus dikebut guna memperbaiki infrastruktur jalan bagi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan aksesibilitas wisata Mikutopia.
Jembatan tersebut sebelumnya dinilai sempit dan kerap menimbulkan hambatan lalu lintas, terutama saat arus kendaraan wisatawan meningkat.
Pengawas proyek, Beni Abadi, menjelaskan bahwa dimensi jembatan mengalami peningkatan signifikan.
“Awalnya panjang jembatan 6 meter dengan lebar 6 meter. Kami melakukan penambahan lebar 4 meter sehingga total menjadi 10 meter. Jika sebelumnya hanya bisa dilalui satu mobil, setelah pelebaran ini dua mobil dapat melintas secara bersamaan,” ujarnya, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menambahkan, percepatan pengerjaan dilakukan dengan melibatkan sekitar 40 pekerja yang dibagi dalam dua sif kerja. Sif pertama berlangsung pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan sif kedua mulai pukul 22.00 hingga 07.00 WIB.
“Pengerjaan dilakukan 24 jam secara bergiliran dengan total 40 pekerja. Ini atas inisiatif manajemen Mikutopia, tapi seluruh proses mengikuti petunjuk dan arahan dari Dinas PUPR Kota Batu,” katanya.
Terkait kendala, Beni menyebut tidak ada hambatan berarti selama proses pembangunan. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi faktor cuaca, khususnya hujan yang berpotensi memengaruhi aliran sungai di bawah jembatan.
“Kendala signifikan tidak ada, tetapi kami tetap mengantisipasi kondisi cuaca. Solusinya, kami memulai pekerjaan dari sisi barat karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu,” jelasnya.
Meski dikerjakan secara cepat, ia memastikan kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama. Bahkan, jumlah tiang pancang ditambah dari rekomendasi awal untuk meningkatkan kekuatan struktur.
“Meskipun pengerjaan dikebut, kualitas tetap kami utamakan. Contohnya, rekomendasi dua tiang pancang, kami tingkatkan menjadi empat untuk memperkuat konstruksi,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Gerdu, Sukariadi, menyambut baik proyek pelebaran jembatan tersebut. Ia menilai pembangunan ini akan berdampak langsung terhadap kelancaran akses warga maupun wisatawan.
“Alhamdulillah, dengan adanya pelebaran jembatan ini akses jalan, terutama bagi wisatawan dan warga sekitar, menjadi lebih lancar. Harapannya ke depan kondisi ekonomi masyarakat juga semakin baik,” ujarnya.
Sukariadi mengungkapkan, sebelum dilakukan pelebaran, jembatan kerap mengalami kemacetan, terutama saat arus wisata meningkat. Sistem buka-tutup kendaraan pun sempat diterapkan karena keterbatasan lebar jembatan.
“Sebelumnya memang sering terjadi kemacetan karena jembatan sempit, sehingga harus diberlakukan sistem buka-tutup. Dengan pelebaran ini, kami berharap ke depan tidak ada lagi kemacetan dan arus lalu lintas bisa lebih lancar,” pungkasnya. (*)
