KETIK, BLITAR – Organisasi Masyarakat (Ormas) 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menggelar takziah dan doa bersama untuk almarhum Minal Kosirin, korban meninggal dunia dalam dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, serta sejumlah warga dan sedulur Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Nganjuk.
Rombongan mendatangi rumah duka di Desa Macanan, Kecamatan Loceret, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut ketika keluarga mengenang almarhum yang meninggal dalam insiden usai kegiatan pengesahan warga PSHT Pusat Madiun pada Selasa dini hari, 23 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, keluarga korban kembali berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Mereka meminta seluruh pihak yang diduga terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua Umum Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Mas Dana, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi pencak silat, agar terus memperkuat nilai persaudaraan.
“Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang seharusnya menjadi ruang untuk membangun karakter, persaudaraan, dan sportivitas. Sangat disayangkan apabila masih muncul peristiwa yang justru mencoreng nama baik perguruan silat. Harapan kami, seluruh perguruan dapat menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Mas Dana, Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menambahkan, kasus kekerasan yang melibatkan oknum dari perguruan silat tidak hanya terjadi di Kabupaten Nganjuk, tetapi juga pernah muncul di sejumlah daerah lain. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas dan memperkuat komunikasi antarperguruan.
Usai bertakziah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mendatangi lokasi kejadian di depan SDN Sukorejo, Kecamatan Loceret. Di lokasi tersebut mereka menggelar doa bersama dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan Pusat Ormas 212, Mas Bagus Romadhon, mengungkapkan pihaknya berencana membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menginisiasi sarasehan yang melibatkan seluruh perguruan pencak silat di daerah tersebut.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang mampu mempererat hubungan antarperguruan sekaligus mencegah munculnya konflik serupa di masa mendatang.
“Kami ingin mendorong adanya sarasehan bersama seluruh perguruan silat di Kabupaten Nganjuk. Melalui forum itu diharapkan terbangun komunikasi yang baik, persaudaraan semakin kuat, sehingga Nganjuk tetap menjadi daerah yang aman, damai, rukun, dan masyarakatnya hidup tenteram,” kata Mas Bagus Romadhon.
Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diperoleh Ormas 212 dari pengurus cabang, aparat kepolisian disebut telah mengamankan sekitar 18 orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Namun, proses penyelidikan masih terus berjalan sehingga penetapan status hukum para pihak menjadi kewenangan penyidik.
Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera menyatakan mendukung penuh proses penegakan hukum yang objektif serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu hasil penyelidikan dari aparat berwenang.
.png)