Meski Efisiensi, KDS Pertahankan Program Bisyarah Guru Ngaji

1 Agustus 2026 16:23 1 Agt 2026 16:23

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Meski Efisiensi, KDS Pertahankan Program Bisyarah Guru Ngaji

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meresmikan Masjid Jami Bani Aslah di Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kec Margaasih, Sabtu (1/8/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) mengajak seluruh pengurus masjid menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pesan itu disampaikan KDS saat meresmikan Masjid Jami Bani Aslah di Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (1/8/2026).

Menurut KDS, keberadaan masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat kehidupan sosial di lingkungan sekitar.

"Masjid harus menjadi pusat kegiatan umat. Tidak hanya ramai saat salat berjamaah, tetapi juga hidup dengan kegiatan pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat," kata KDS.

Ia mengatakan pembangunan fisik masjid perlu diikuti dengan upaya memakmurkan fungsi dan aktivitasnya. Sebab, masjid memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan syiar Islam, Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan berbagai program keagamaan tetap berjalan. Salah satunya melalui Program Insentif atau Bisyarah Guru Ngaji yang saat ini menjangkau sekitar 17 ribu guru ngaji di Kabupaten Bandung.

Program tersebut disalurkan secara nontunai setiap tiga bulan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para guru ngaji dalam membina masyarakat.

Menurut KDS, guru ngaji merupakan salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia karena berperan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

"Kalau ingin melahirkan generasi yang baik, maka guru ngajinya juga harus kita perhatikan. Mereka adalah bagian penting dalam membangun akhlak masyarakat," ujarnya.

Selain program bisyarah guru ngaji, Pemkab Bandung juga terus memberikan dukungan kepada pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta berbagai kegiatan syiar Islam di tingkat desa hingga kecamatan.

KDS menegaskan pembangunan Kabupaten Bandung tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat pembangunan spiritual masyarakat.

"Pembangunan yang berhasil bukan hanya terlihat dari jalan yang bagus atau gedung yang megah, tetapi juga dari masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki akhlak yang baik," katanya.

Ia berharap Masjid Jami Bani Aslah dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat yang mampu mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

"Kalau masjidnya makmur, insya Allah masyarakatnya juga akan semakin kuat dan sejahtera," ujar KDS.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA kds kang ds Masjid Peresmian Masjid keagamaan insentif guru ngaji