KETIK, LEBAK – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Lebak akan menggelar peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Alun-alun Rangkasbitung pada 24-26 September mendatang.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersama Petani Kita Wujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lebak” dengan semangat reformasi agraria.
Persiapan kegiatan tersebut telah dibahas dalam rapat pengurus DPD TMI Lebak di Kantor Sekretariat DPD TMI, Jalan Tb Hasan, Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (19/8/2026).
Ketua DPD TMI Lebak, Ellen Herdyansyah, mengatakan peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September akan dikemas berbeda tahun ini.
“Peringatan Hari Tani Nasional kali ini akan membawa semangat reformasi bagi kaum tani,” kata Ellen, Kamis (20/8/2026).
Ellen menyebut kegiatan ini memiliki landasan formal yang kuat, yakni UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria dan Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 tentang Hari Tani.
Selain itu, isu pertanian juga akan dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Senada, Ketua Pelaksana Peringatan Hari Tani Nasional DPD TMI Lebak, Agus Hiplunudin, menjelaskan bahwa acara ini akan bernuansa otonomi daerah dan melibatkan petani dari seluruh wilayah Kabupaten Lebak.
“Peringatan Hari Tani Nasional kali ini akan kita konsepkan membawa semangat reformasi dan bernuansa otonomi daerah,” ujar Agus.
Ada Bazar Produk Tani hingga Dialog dengan Bupati
Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung selama tiga hari. Panitia menyiapkan stan bazar untuk memamerkan produk-produk unggulan hasil pertanian petani Lebak.
Selain bazar, akan digelar dialog publik, berbagai perlombaan rakyat, dan hiburan. Dialog publik rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.
“Dialog ini menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya, mengingat mayoritas warga Lebak adalah para petani,” tutur Agus.
DPD TMI Lebak berharap peringatan Hari Tani Nasional ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat peran petani sekaligus mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. (*)
.png)