Lewat Budidaya Jamur dan Anggrek, Didik Wahyudi Bekali Warga Binaan Dengan Ketrampilan

24 Juni 2026 16:33 24 Jun 2026 16:33

Kukuh Kurniawan, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lewat Budidaya Jamur dan Anggrek, Didik Wahyudi Bekali Warga Binaan Dengan Ketrampilan

Didik Wahyudi saat menunjukkan tanaman anggrek yang dibudidayakan di Lapas Kelas I Malang, Rabu, 24 Juni 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)

KETIK, MALANG – Bagi Didik Wahyudi, pekerjaan di dalam jeruji besi bukan sekedar rutinitas melainkan juga ruang memberi manfaat dan makna. Di bawah asuhannya, budidaya jamur tiram di Lapas Kelas I Malang berkembang pesat serta menjadi sarana rehabilitasi yang efektif bagi para warga binaan. 

Dalam melakukan budidaya jamur tiram, Didik memulai dengan pembuatan baglog hingga penyemaian spora (pembibitan) secara mandiri. Proses pengerjaan awal mulai dari pengumpulan limbah sisa gergaji kayu, kapur hingga bahan lainnya diawali secara manual.

Kini, kumbung jamur di Lapas Kelas I Malang mampu menghasilkan hingga 40 kilogram jamur tiram per hari. Apabila dijual dengan jumlah tersebut, dapat menghasilkan hingga Rp 400 ribu. 

"Kami menjual sekitar Rp 10 ribu per kilogram, dan sudah kami pasarkan di berbagai pasar tradisional di Kota Malang. Kalau untuk ekspansi ke luar kota, kami masih belum bisa," ungkapnya kepada Ketik.com, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam pembimbingan kerja (bimker) kumbung jamur tersebut, Didik berserta 52 warga binaan asuhannya mampu menghasilkan lebih kurang satu ton setiap bulannya. Tentunya, hal tersebut memberikan dampak positif kepada para warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut. 

"Jadi, para warga binaan ini juga mampu menghasilkan sebulannya bisa sampai Rp 4 juta setelah omzet dikurangi dengan belanja bahan. Selain mendapatkan ilmu dan skill, mereka juga bisa menghasilkan saat menjalani masa hukuman," ungkapnya.

Dengan budidaya jamur yang dilakukan, ada visi penting yang dicapai yakni pengembangan kepribadian para warga binaan. Bahkan dari hal tersebut, banyak warga binaan kasus narkoba yang seolah tersadarkan.

Mereka yang telah lama kecanduan, kian membaik saat menghabiskan waktunya dengan melakukan hal positif tersebut. Bahkan, mereka mengaku sendiri kepada Didik merasa lebih baik setelah mengikuti pembinaan jamur tiram.

"Mereka mengaku, rasanya seperti sedang menjalani rehabilitasi. Dan kerap kali saya menjadi sosok teman, bapak, guru, serta psikolog yang rutin mengikuti dinamika warga binaan," jujurnya. 

Ia juga menyampaikan ke depannya, bimker jamur tiram ini dapat memberikan pembekalan life skill kepada warga binaan. Pasalnya tidak hanya jamur saja, melainkan berkolaborasi dengan bidang lain termasuk salah satunya budidaya anggrek. 

"Yang kami bina adalah manusianya. Sehingga, apa yang ada disini kami maksimalkan dan bisa menjadi bermanfaat untuk warga binaan itu sendiri," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Budidaya Jamur Didik Wahyudi Ketrampilan Warga Binaan Lapas Kelas I Malang