KETIK, BREBES – Panitia kurban Haji Ridhohul Khukam di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Brebes, beralih menggunakan daun pisang sebagai pembungkus daging kurban pada Iduladha 1445 H.
Langkah ini diambil sebagai gerakan mengurangi sampah plastik sekaligus menjadi solusi hijau yang efektif untuk menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai yang biasanya melonjak saat pembagian daging kurban.
Panitia Kurban, Kanty Yosepa mengatakan, daun pisang dipilih karena mudah terurai, ramah lingkungan, dan memberikan aroma khas yang segar pada daging.
"Alasan utamanya adalah untuk mengurangi sampah plastik. Jika menggunakan daun pisang, kemasannya akan lebih cepat terurai sehingga ramah lingkungan," katanya, Rabu, 27 Mei 2026.
"Selain itu, masyarakat juga lebih senang menggunakan daun. Mereka tidak perlu membuang sampah plastik, dan daun pisangnya nanti bisa dimanfaatkan kembali untuk membuat kompos," sambungnya.
Menurut Kanty Yosepa, daun pisang masih mudah didapat, panitia hanya memerlukan beberapa lembar untuk membungkus.
"Kami memakai beberapa lembar daun sesuai kebutuhan. Khusus untuk membungkus daging ini, minimal kami gunakan dua lembar agar bisa tertutup rapat, bisa ditekuk dengan rapi, dan layak saat diterima oleh masyarakat," jelasnya.
Tahun ini Haji Ridhohul Khukam yang sedang menunaikan ibadah haji mengurbankan 21 ekor sapi. Dagingnya dibagikan ke Desa Luwungragi, Sengon, Songgom, Siasem, hingga Tegal dan beberapa wilayah lain.
"Tahun ini alhamdulillah ada 21 ekor hewan kurban yang disembelih dan disebarkan kepada masyarakat di beberapa wilayah yang telah ditentukan oleh Pak Haji Ridho. Di antaranya ada di daerah Sengon, Songgom, Desa Luwungragi sendiri, Siasem, hingga ke Tegal dan beberapa tempat lain.
"Semoga Qurban kali ini diberi kemudahan dan kelancaran dan dapat sedkit membahagiakan kaum muslimin yang menerimanya. semoga pak haji Ridho yang saat ini sedang memenuhi ibadah haji juga diberi keselamatan, kemudahan, berkah barokah dan menjadi haji mabrur," tandasnya.
Ketua RW Desa Luwungragi, M. Amin Toha, mengapresiasi langkah tersebut. “Semoga gerakan ini terus meluas demi menciptakan perayaan hari besar yang bersih dan bebas polusi plastik,” katanya.
M Amin Toha yang metupakan tokoh setempat juga mengapresiasi Haji Ridho yang selalu berkurban setiap tahunnya.(*)
