KETIK, MAROS – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar Kick-Off Dukungan Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Diseminasi Hasil Assessment Cepat yang berlangsung di Kantor Bupati Maros, Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, perwakilan PATH Global, Wakil Bupati Maros, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Maros dan pemangku kepentingan lintas sektor.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Evi Mustikawati Arifin menyampaikan bahwa implementasi ILP merupakan bagian penting dari transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada pendekatan promotif dan preventif.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan ke depan tidak hanya pada ILP, tetapi menuju penguatan ILP+ (Integrasi Layanan Primer Plus), yaitu integrasi layanan primer yang diperluas dan diperkuat.
Pendekatan ini menandai layanan kesehatan yang lebih komprehensif, lebih terintegrasi lintas program dan sektor, lebih proaktif menjangkau masyarakat, serta berbasis siklus hidup dan pendekatan keluarga.
“Integrasi layanan primer menjadi kunci dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis siklus hidup serta mendekatkan layanan hingga ke tingkat desa dan keluarga,” ujarnya.
Kabupaten Maros sendiri telah menjadi salah satu daerah percontohan nasional sejak tahun 2022 melalui Puskesmas Maros Baru. Implementasi tersebut dinilai berhasil dalam meningkatkan capaian standar pelayanan minimal serta memperkuat keterlibatan lintas sektor, termasuk pemerintah desa, PKK, dan kader kesehatan.
Lebih lanjut, Evi menegaskan bahwa penguatan ILP+ membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dukungan dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana, serta optimalisasi peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga terus mendorong pemanfaatan teknologi melalui dashboard kesehatan berbasis data guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi ILP+ dapat semakin dipercepat di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.(*)
