KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus berpacu untuk fokus dalam menangani kebakaran di TPA Supit Urang. Di tengah upaya tersebut, penanganan kebakaran TPA Supit Urang juga menjadi ujian dan perhatian terhadap penilaian Adipura Kota Malang.
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran menjelaskan sebelum terjadi kebakaran, Tim Penilai Adipura telah melakukan asesmen ke Kota Malang dan berlanjut ke Kota Batu. Tim Penialai pun berencana untuk meninjau kembali kondisi TPA Supit Urang pasca terjadi kebakaran.
"Tim Adipura itu selesai penilaian, lalu ketika posisi di Kota Batu akhirnya terjadi kebakaran di TPA Supit Urang. Jadi kami sangat menyesalkan itu, cuma tim rencananya akan meninjau lokasi. Masalah penilaian kami serahkan ke mereka karena ini di luar batas kemampuan kami," ujarnya, Senin 26 Oktober 2026.
Saat ini DLH Kota Malang akan berfokus pada upaya memadamkan api maupun titik panas (hotspot) di area terbakar. Memasuki hari kelima, tim terus melakukan pendinginan dan injeksi terhadap tumpukan sampah agar api tidak kembali muncul.
"Sekarang yang bisa kami lakukan adalah percepatan supaya api tidak tumbuh lagi. Pengalaman kebakaran tahun 2019 itu 1 bulan dan terhenti pada waktu hujan lebat. Di tahun 2022, lokasi tidak terlalu besar, itu sekitar 1 minggu, tidak sampai menyebar seperti yang sekarang," ungkapnya.
Raymond menjelaskan bobot TPA Supit Urang untuk penilaian Adipura cukup besar, mencapai 15 persen. Ia sendiri belum dapat memastikan dampak kebakaran terhadap hasil penilaian Adipura. Keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan tim penilai.
"Poin TPA Supit Urang itu terbesar sampai 15 persen, kalau yang lain dari 20 item penilaian, nilai rata-rata 1 sampai 3 persen. Kami belum tahu dampaknya seperti apa. Tapi tim kembali ke Kota Malang untuk memeriksa hasil, salah satunya hasil kerja kami dalam penanganan kebakaran ini," tutur Raymond.
Ia berharap penanganan kebakaran di TPA Supit Urang dapat segera tuntas melalui upaya tim gabungan dari Damkar, BPBD, DLH, hingga relawan dan instansi luar Kota Malang.
"Mudah-mudahan penanganan kami bisa cepat sehingga masih poin plus dalam penanganan kebakaran. Satu lagi yang kami harapkan, turun hujan," tuturnya. (*)
