KETIK, PEMALANG – Zaenal Arifin, 43 tahun, seorang perajin mebel asal Desa Kauman, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menyatakan kesiapannya maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kauman 2026.
Berbekal pengalaman hidup dan kedekatannya dengan masyarakat, ia membawa semangat perubahan melalui jargon “Bersatu untuk Maju Demi Perubahan”.
Hal tersebut disampaikan Zaenal saat wawancara pada Jumat malam, 23 Oktober 2026.
Zaenal mengaku tidak memiliki ambisi pribadi untuk menjadi kepala desa. Keputusannya maju berawal dari dorongan tokoh masyarakat, tokoh agama, warga, dan teman-temannya yang menginginkan perubahan di Desa Kauman.
Ia menekuni pekerjaan sebagai tukang kayu sejak SMP. Orang tuanya yang juga berprofesi sebagai tukang kayu memberinya pekerjaan sepulang sekolah untuk melatih kemandirian dan mengajarkan sulitnya mencari nafkah.
Menurut Zaenal, masih banyak hal yang perlu dibenahi di Desa Kauman, terutama pelayanan masyarakat, kedekatan pemerintah desa dengan warga, serta pembangunan dan lingkungan.
Prioritaskan Irigasi dan Saluran Air
Jika mendapat amanah masyarakat, Zaenal berencana memprioritaskan perbaikan irigasi dan saluran air yang tersumbat maupun rusak. Pembenahan tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Insyaallah, jika Allah meridai dan memberikan amanah kepada kami, prioritas yang segera dilakukan adalah pembenahan irigasi atau pengairan. Saluran air yang macet dan rusak perlu diperbaiki agar lingkungan menjadi lebih sehat,” ujarnya.
Zaenal Arifin berdiskusi bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat (Foto: Slam/ketik.com)
Terkait anggaran dana desa yang disebut berada di kisaran Rp300 juta, Zaenal menekankan pentingnya perencanaan agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
Ia juga berencana mengupayakan sumber pendanaan tambahan melalui program pemerintah kabupaten, daerah, maupun pusat agar pembangunan tidak hanya bergantung pada dana desa.
Warga Berharap Pembangunan Merata
Dukungan terhadap Zaenal disampaikan Trisno, warga Gang Mawar II, Desa Kauman. Ia menilai Zaenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan hubungan baik dengan masyarakat.
Trisno berharap jika terpilih, Zaenal mampu membenahi irigasi pertanian, gorong-gorong yang tersumbat, serta persoalan limbah industri tahu di wilayah Dusun Prompong.
“Harapannya, jika nanti menjadi kepala desa, Pak Zaenal bisa transparan dan tidak membedakan golongan. Semua warga harus dianggap sebagai bagian dari masyarakat Desa Kauman,” kata Trisno.
Sementara itu, Priyono, yang mengenal Zaenal sejak kecil, menyebut Zaenal tidak hanya bekerja sebagai tukang kayu, tetapi juga mengajar mengaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan mengisi tausiah di sejumlah masjid.
Priyono berharap Zaenal menjadi pemimpin yang merakyat, dapat dipercaya, serta mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
“Pembangunan bisa merata. Kalau ada orang sakit atau apa, bisa menengok. Dia orangnya bisa dipercaya, bukan cuma janji-janji,” ungkapnya.
Menjelang Pilkades, Zaenal juga mengajak para relawan dan pendukungnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak persaudaraan antarwarga.
“Beda pilihan itu wajar, tetapi kita tetap saudara. Mari kita jaga pesta demokrasi di Desa Kauman agar berlangsung aman, nyaman, dan tenteram,” pesannya.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat bersatu membangun desa demi masa depan yang lebih baik. “Kami hadir dari warga, oleh warga, untuk warga,” pungkasnya.(*)
