KETIK, PEMALANG – Sebanyak 17 rumah warga di RT 01 RW 05, Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, tercatat belum memiliki jamban pribadi. Pemerintah Kabupaten Pemalang menargetkan bantuan pembangunan jamban bagi seluruh rumah tersebut mulai direalisasikan pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kabar tersebut disambut gembira warga saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang, Nurkholes, mendatangi Balai Desa Tasikrejo pada Jumat, 16 Oktober 2026, untuk menindaklanjuti persoalan sanitasi yang selama ini dihadapi masyarakat.
Sebelumnya, sebagian warga terpaksa buang air besar (BAB) di sungai menggunakan jamban sederhana yang dikenal dengan sebutan jamban helikopter atau jomblong. Bahkan, warga terkadang harus mengantre karena keterbatasan fasilitas tersebut.
Salah seorang warga, Tarbai, mengaku sangat bersyukur atas rencana bantuan jamban dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Ia mengatakan telah puluhan tahun hidup tanpa fasilitas toilet pribadi.
“Sekitar empat puluh tahunan belum punya WC. WC-nya di kali. Senang, bahagia, Pak Bupati Nurkholes mau kasih kakus,” ucap Tarbai.
Tarbai bersama warga lainnya juga menyatakan kesediaan untuk tidak lagi buang air besar di sungai apabila bantuan jamban pribadi telah terealisasi.
Pemkab Pemalang Targetkan Satu Rumah Satu Jamban
Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memenuhi kebutuhan sanitasi dasar masyarakat melalui program satu rumah satu jamban.
Plt Bupati Pemalang, Nurkholes meninjau langsung lokasi jamban helikopter di Desa Tasikrejo, Kecamatan Ulujami (Foto: Slam/ketik.com)
Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, terdapat sekitar 17 rumah yang belum memiliki jamban. Pemerintah daerah menargetkan seluruh rumah tersebut mendapatkan bantuan pembangunan jamban.
“Ini tadi kita sudah periksa, ada sekitar 17 rumah tidak ada jamban. Kita tidak menginginkan di setiap rumah tidak ada jamban. Kita berharap di Pemalang ya satu rumah, satu jamban,” ujar Nurkholes.
Menurutnya, jamban merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk menunjang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta berbagai pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.
“Senin nanti kita mulai, jadi 17 rumah kita selesaikan semua,” katanya.
Jamban Helikopter Akan Dibongkar
Nurkholes berharap bantuan tersebut dapat mengakhiri kebiasaan buang air besar sembarangan di sungai, sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi dan kebersihan lingkungan di Desa Tasikrejo.
Ia juga meminta agar jamban helikopter yang selama ini digunakan warga dibongkar setelah jamban pribadi selesai dibangun dan dapat digunakan.
“Nanti jamban helikopter dibongkar semua, jadi nanti sungai itu tetap terlihat indah, sungai menjadi untuk mengaliri air,” harapnya.
Program bantuan jamban tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan sanitasi di tengah masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Kabupaten Pemalang.
Bagi warga yang selama puluhan tahun tidak memiliki jamban pribadi, realisasi bantuan ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan juga kesempatan untuk memperoleh akses sanitasi yang lebih layak.(*)
