KETIK, TUBAN – Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momen yang tidak terlupakan bagi keluarga Wijiato dan Susilawati, warga Desa Tlogoagung, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Putra mereka, Irsyad Maulana (10), akhirnya bisa menjalani khitan secara gratis berkat kepedulian Polsek Bancar, Rabu, 1 Juli 2026
Sebelumnya, keluarga Irsyad telah mendaftarkan diri untuk mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Polres Tuban.
Namun, harapan tersebut pupus setelah kuota peserta telah terpenuhi. Mengetahui kondisi tersebut, Kapolsek Bancar kemudian mengambil inisiatif memberikan layanan khitan gratis khusus bagi Irsyad di Mapolsek Bancar.
"Kami tadinya mau ikut sunat di Polres Tuban, tapi sudah ditutup. Alhamdulillah, berkat Pak Kapolsek Bancar, akhirnya adik Irsyad dikhitan di Polsek," ujar Sekretaris Desa Tlogoagung, Susanti.
Berbeda suasana khitanan massal pada umumnya, hari itu Irsyad menjadi satu-satunya anak yang menjalani proses khitan di Mapolsek Bancar. Seluruh rangkaian layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tindakan khitan sampai pemberian obat-obatan, diberikan secara gratis.
Kapolsek Bancar, Iptu Dwi Purwoko, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan atau kurang mampu.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Niat baik untuk membantu keluarga kurang mampu, sehingga kami wajib membantu anak ini agar dapat melaksanakan khitan," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh biaya pelayanan ditanggung oleh Polsek Bancar. "Mulai pemeriksaan kesehatan, proses khitan hingga pemberian obat semuanya gratis. Semoga Irsyad menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya," imbuhnya.
Di balik senyum Irsyad usai menjalani khitan, tersimpan kisah perjuangan keluarganya. Sang ayah, Wijiato, bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sementara ibunya, Susilawati, merupakan eks penyandang disabilitas mental yang hingga kini masih mendapatkan pendampingan dari pemerintah desa.
Irsyad Maulana selesai khitan di Mapolsek Bancar Polres Tuban, Rabu 1 Juli 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)
Kondisi ekonomi tersebut membuat keluarga Wijiato masuk kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat paling rentan berdasarkan data Dinas Sosial.
"Mata pencaharian yang tidak menentu membuat keluarga ini masuk kategori Desil 1 sehingga sangat layak memperoleh sentuhan. Apalagi khitan merupakan kewajiban bagi anak laki-laki yang beragama Islam," jelas Susanti.
Bagi Wijiato, bantuan khitan gratis sangat berarti. Ia mengaku bersyukur karena beban biaya khitan selama ini menjadi kendala akhirnya dapat teratasi.
"Alhamdulillah, biasanya biaya sunat lumayan. Ini gratis dan anak kami satu-satunya yang dibantu Polsek Bancar. Matursuwun," ucapnya haru.
Di usia 10 tahun, Irsyad akhirnya dapat menjalani khitan tanpa membebani ekonomi keluarganya. Kepedulian Polsek Bancar pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat paling membutuhkan.(*)
.png)