KETIK, SIDOARJO – Kualitas khatib menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan memperkuat persatuan umat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (PD IKADI) Sidoarjo menggelar Pelatihan Nasional 10.000 Khotib IKADI 2026 di Masjid Nurul Huda, Perumahan AURI, Sidoarjo, pada Sabtu (24 Oktober 2026).
Pelatihan mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Khatib untuk Masjid yang Lebih Berdaya”. Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan dai dan khatib. Pelatihan tersebut juga menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dalam menyampaikan khutbah sekaligus mempererat ukhuwah di antara para dai.
Ketua PD IKADI Sidoarjo KH Agus Yunif Anwarudin ST MPd mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Di Sidoarjo, kegiatan dipusatkan di satu lokasi. Jumlah peserta dibatasi 50 orang.
"Ini adalah kegiatan Pelatihan Nasional 10.000 Khatib IKADI se-Indonesia. Di Sidoarjo, kami memusatkan kegiatan di Masjid Nurul Huda Perumahan AURI dengan total 50 peserta. Pelatihan ini gratis. Tidak dipungut biaya," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara daring dari jajaran pengurus pusat dan wilayah IKADI. Materi disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) IKADI Dr KH Kusyairi Suhail serta Ketua Pengurus Wilayah (PW) IKADI Jawa Timur Dr KH M. Baihaqi Lc MA.
Setelah sesi nasional secara daring, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi secara langsung oleh pemateri lokal. Selain KH Agus Yunif Anwaruddin, pelatihan tersebut menghadirkan Ustadz Dr KH Farih Marzuki Amar Lc MA, serta Ustadz Dr KH M. Ibrohim ST MT.
Tak hanya mendapatkan pembekalan teori. Para peserta juga mengikuti sesi praktik khutbah. Dalam sesi tersebut, peserta berpasangan untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Saling menyimak penampilan masing-masing serta merekam praktik khutbah dalam bentuk video.
Hasil rekaman kemudian dikirimkan kepada panitia sebagai salah satu persyaratan penerbitan sertifikat pelatihan. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menyampaikan khutbah di masjid.
Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia IKADI Sidoarjo menggelar Pelatihan Khatib di Masjid Nurul Huda Perumahan Auri pada Sabtu (24 Oktober 2026). (Foto: Anas/Ketik.com)
Agus menegaskan, pelatihan ini tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kemampuan teknis khotib dalam menyampaikan materi keagamaan. Lebih dari itu, IKADI ingin melahirkan dai yang memiliki karakter moderat, mampu mengayomi masyarakat, serta berperan aktif menjaga persatuan umat.
"Kami ingin melahirkan para dai yang senantiasa memiliki sifat moderat. Mereka harus menjadi dai yang mengayomi dan mempersatukan umat, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta bersikap ramah kepada sesama dai maupun kaum muslimin," tegasnya.
Menurut Agus, para dai juga perlu saling menguatkan dan mengokohkan satu sama lain. Dengan begitu, dakwah dapat menjadi sarana membangun kebersamaan. Bukan justru memunculkan perpecahan di tengah masyarakat.
Para peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan dai muda. Sejumlah asatizd dan kiai yang telah terbiasa menyampaikan khutbah juga mengikuti pelatihan tersebut.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas keilmuan dan penguatan silaturahmi tetap dibutuhkan. Termasuk bagi para pendakwah yang telah memiliki pengalaman panjang.
"Ada banyak peserta, termasuk para asatizd dan kiai yang sudah terbiasa berkhutbah. Mereka datang untuk menambah ilmu, meningkatkan kapasitas keilmuan, sekaligus memperluas pertemanan dan ukhuwah melalui silaturahmi," jelas Agus.
Pihaknya berharap, Pelatihan Nasional 10.000 Khatib IKADI dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi para dai, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, IKADI Sidoarjo berkomitmen mendorong lahirnya khatib yang berkualitas, berwawasan moderat, dan mampu menyampaikan pesan keagamaan secara menyejukkan. Dengan demikian, masjid diharapkan semakin berdaya sebagai pusat pembinaan umat sekaligus penguat kerukunan di tengah masyarakat. (nas/*)
