KETIK, PACITAN – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pacitan meminta kontribusi ulama perempuan dan santriwati dalam merebut serta mengisi kemerdekaan Indonesia tidak dilupakan dalam peringatan Hari Santri Nasional.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pacitan, Khaulatul Fardah, mengatakan peringatan Hari Santri Nasional seharusnya tidak hanya menonjolkan peran tokoh laki-laki, tetapi juga memberikan perhatian terhadap sejarah perjuangan perempuan di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, ulama perempuan dan santriwati memiliki kontribusi nyata dalam perjalanan bangsa yang perlu diangkat dan dikenalkan kepada masyarakat.
“Fatayat berharap Hari Santri Nasional tidak hanya menonjol peran tokoh-tokoh pria saja, tetapi juga mengangkat sejarah dan kontribusi nyata ulama perempuan dan santriwati dalam merebut serta mengisi kemerdekaan Indonesia,” ujar Khaulatul kepada Ketik.com, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Selain mendorong pengakuan terhadap peran perempuan, Khaulatul berharap kegiatan Hari Santri Nasional menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarkader, mulai dari tingkat ranting, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga Pimpinan Cabang (PC).
Dia juga menekankan pentingnya menjadikan momentum Hari Santri Nasional untuk mempertegas komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan generasi muda.
Menurut Khaulatul, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk merawat persatuan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.
Pengakuan terhadap kontribusi ulama perempuan dan santriwati juga menjadi bagian penting agar sejarah perjuangan bangsa dapat dipahami secara lebih utuh.
Sejumlah tokoh perempuan dalam sejarah Islam Indonesia, seperti Nyai Khairiyah Hasyim dan Nyai Sholichah Wahid Hasyim, dapat menjadi contoh kontribusi perempuan dalam dunia pesantren, pendidikan, dan perjuangan sosial.
"Kiprah mereka menjadi pengingat bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa dan perkembangan organisasi keagamaan," ungkapnya. (*)
