KETIK, KEDIRI – Hari pertama masuk sekolah atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan memastikan layanan Bus Sekolah kembali beroperasi secara optimal.
Sebanyak lima armada disiapkan untuk melayani mobilitas pelajar. Bus beroperasi setiap hari Senin hingga Jumat dari titik pemberangkatan yakni terminal tamanan pada pukul 05.30 WIB.
Adapun rute utama yakni dari Terminal Tamanan ke wilayah Kelurahan Dermo, Terminal Tamanan ke wilayah Kelurahan Bawang dan Terminal Tamanan ke Wilayah Kelurahan Rejomulyo.
Sistem penjemputan dilakukan secara fleksibel, di mana bus bisa berhenti sepanjang rute jika ada pelajar yang menunggu di pinggir jalan. Setiap armada Bus Sekolah memiliki kapasitas sekitar 29 penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin mengatakan pembagian armada disesuaikan dengan okupansi siswa yang ingin naik Bus Sekolah. Sesuai hasil pengamatan pada hari pertama masuk sekolah, jumlah penumpang belum sepenuhnya normal.
Menurut Cholis kondisi ini diperkirakan karena siswa kelas IX yang sebelumnya memanfaatkan Bus Sekolah telah lulus, sementara siswa baru masih belum banyak yang memanfaatkan layanan karena belum mengetahui fasilitas tersebut, namun antusias para siswa untuk memanfaatkan layanan bus sekolah masih sangat tinggi.
Untuk itu, guna meningkatkan pemanfaatan Bus Sekolah, Dinas Perhubungan bekerjasama dengan beberapa sekolah untuk melakukan sosialisasi ketika MPLS berlangsung.
Sampai saat ini sudah ada tiga sekolah yang telah menjadwalkan kegiatan sosialisasi, yakni SMP Negeri 5, SMP Negeri 7 dan SMP Negeri 8.
"Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan Bus Sekolah kepada siswa baru agar mereka mengetahui rute, cara menggunakan layanan, sekaligus memanfaatkan transportasi sekolah yang aman dan nyaman," jelasnya, Senin 13 Juli 2026.
Untuk menjamin keamanan dan keselamatan, setiap armada bus dilengkapi dua petugas, yakni seorang pengemudi dan seorang pendamping. Pendamping bertugas membantu proses naik dan turun siswa serta memberikan edukasi mengenai keselamatan selama perjalanan.
Cholis mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor karena secara regulasi, usia dan mental, para anak tersebut belum siap berkendara di jalan raya.
“Manfaatkan Bus Sekolah ini, karena bukan hanya menjamin keamanan dan keselamatan anak di jalan melainkan juga ruang berinteraksi," jelas Cholis.
"Di dalam bus, anak-anak dapat saling bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman dari sekolah lain. Kami berharap semakin banyak pelajar yang memanfaatkan layanan ini sebagai pilihan transportasi ke sekolah," pungkasnya.(*)
.png)