KETIK, ACEH SINGKIL – Sebagai langkah antisipasi dini untuk mencegah kebakaran hutan di lingkungan perusahaan dan permukiman penduduk, PT Delima Makmur, Aceh Singkil, menyerahkan bantuan peralatan pencegah kebakaran hutan.
Pengadaan peralatan pencegahan kebakaran dini ini diambil dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) kepada 5 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Humas PT Delima Makmur, Husni Lubis, mengatakan, melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2026 ini perusahaan menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran kepada 5 DMPG di wilayah Ring 1 perusahaan.
Ke-5 Desa penerima bantuan tersebut, kata Husni, yakni Desa Situban Makmur, Sikoran, Napa Galuh, Kecamatan Danau Paris, kemudian Desa Telaga Bakti dan Desa Gosong Telaga Selatan, di kecamatan Singkil Utara, Aceh Singkil.
"Penyerahan bantuan sarana pemadam kebakaran ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla. Kita terus berkolaborasi bersama pemerintah desa, dan masyarakat di wilayah Ring 1 perusahaan," katanya, Rabu, 12 Agustus 2026.
"Menjaga lingkungan agar tetap aman dari kebakaran bukan hanya kewajiban pemerintah dan perusahaan, tetapi juga tanggung jawab masyarakat yang harus dilakukan bersama," lanjutnya.
Husni mengatakan, penyerahan bantuan kepada 5 DMPG merupakan upaya perusahaan memperkuat kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di saat musim kemarau.
"Mencegah kebakaran jauh lebih baik dari pada memadamkan, jika api berhasil dicegah sejak awal, hutan tetap lestari dan lahan produktif tetap terjaga, kualitas udara tetap baik, dan aktivitas masyarakat berlangsung tanpa gangguan," terangnya.
Ia mengaku bahwa pihaknya tetap konsisten memberi dukungan dalam mengantisipasi Karhutla. "Kami terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam penyediaan sarana pendukung, patroli terpadu, serta sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran," ujarnya.
Husni berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga desa semakin siap melakukan penanganan dini apabila muncul potensi kebakaran.(*)
