Gelar Halal Bihalal, PPPI Trenggalek Bertekad Jaga Eksistensi Sebagai "Pejuang Ketahanan Pangan"

27 April 2026 10:26 27 Apr 2026 10:26

Agus Riyanto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gelar Halal Bihalal, PPPI Trenggalek Bertekad Jaga Eksistensi Sebagai "Pejuang Ketahanan Pangan"

Ketua PPPI Trenggalek Sukarodin saat memberi sambutan pada acara Halal Bihalal di Pantai Mutiara Prigi, Kecamatan Watulimo, Sabtu 25 April 2026. (Foto: Agus Riyanto/Ketik.com)

KETIK, TRENGGALEK – Perkumpulan Pengecer Pupuk Indonesia (PPPI)Trenggalek menggelar halal bihalal yang diikuti oleh 91peserta di Homestay AGBIL Pantai Mutiara Prigi, Sabtu 25 April 2026.

Ketua PPPI Trenggalek, Sukarodin mengatakan, pada acara halal bihalal ini, selain sebagai ajang saling memaafkan juga diadakan sarasehan atau diskusi dan dilakukan tanya jawab. Salah satu esensinya adalah bagaimana PPPI tetap eksis tidak hanya bergerak dibidang pupuk tapi ada akselerasi dibidang lain.

"Paling tidak PPPI hadir di tengah masyarakat bisa berperan sebagai pejuang ketahanan pangan. Jadi kita wajib untuk menjaga eksistensi dan solidaritas," ucapnya kepada Ketik.com.

Sukarodin menuturkan, anggota PPPI Trenggalek selain jualan pupuk juga jualan obat-obatan pertanian dan lainnya. Sesuai arahan dari pusat dan provinsi yang mengharapkan agar PPPI punya usaha air minum dalam kemasan (AMDK).

"Selain itu juga diharapkan ada usaha kemasan minyak goreng, gula, beras, dan kebutuhan sembako. Alhamdulillah di Trenggalek sudah mulai jalan," ungkapnya.

 

Foto Suasana Halal Bihalal PPPI TrenggalekSuasana Halal Bihalal PPPI Trenggalek. (Foto: Agus Riyanto/Ketik.com)

 

Politisi senior PKB itu berharap agar setelah acara halal bihalal tersebut bisa segera mengimplemtasikan apa yang disarankan oleh pusat dan provinsi.

"Kita melakukan uji coba ambil minyak goreng beberapa waktu yang lalu, namun belum bisa kontinyu. Semoga kedepannya bisa lebih baik," tandasnya.

Ia menyebut jika anggota PPPI di Trenggalek yang menyebar di seluruh kecamatan ada 58 anggota dan merupakan hasil dari seleksi alam di mana dari jumlah anggota sebelumya sebanyak 100 lebih anggota sejak pertama berdiri tahun 1990.

Sekarang ini lanjut dia, ada sebutan baru bagi kios pengecer ini, yakni Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). "Pada dasarnya kios pengecer pupuk bersubsidi ini memodali lebih awal sebelum di distribusikan kepada petani. Artinya, pemilik kios juga harus punya modal lebih dalam menjalankan usaha," tegasnya.

Legislator DPRD Kabupaten Trenggalek itu cukup optimis jika 58 anggotanya akan tetap eksis, karena sudah berdiri sejak tahun 90 an. Sehingga, sudah terterpa dinamika alam untuk menjadikan kuat bertahan.

"Nah perjuangan para pemilik kios tersebut untuk mendukung program pemerintah tarkait ketahanan pangan saya kira cukup luar biasa," imbuhnya.

Pada produksi diawal-awal pupuk NPK Phonska, petani tidak mau pakai karena ada keraguan. Maunya pupuk urea.

"Kita (kios) lalu melakukan sosialisasi termasuk diklat agar petani mau memakai NPK Phonska. Tentu itu perjuangan cukup berat. Sekarang pupuk tersebut sudah menjadi kebutuhan para petani," pungkas legislator yang menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek. (*)

Tombol Google News

Tags:

berita trenggalek PPPI ketahanan pangan