KETIK, TRENGGALEK – Tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek menyiapkan sebanyak 1.112 petugas Sensus Ekonomi yang akan diterjunkan melakukan pendataan secara door to door untuk semua masyarakat Trenggalek mulai 15 Juni mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Trenggalek, Abu Amar kepada Ketik.com, Kamis 12 Juni 2026. "Ini dilakukan secara bertahap hingga 31 Agustus," ucapnya.
Abu sapaannya, mengakui jika dalam porses pendataan yang dilakukan secara door to door memang tidak lepas dari kendala, yakni masyarakat responden. Sehingga, pihaknya melakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan Forkopimda.
"Tentu kami butuh dukungan dari Kapolres, Dandim, Bupati dan Forkopimda lainnya. Ya ini demi kesuksesan pelaksanaan Sensus Ekonomi," tuturnya.
Dalam Sensus Ekonomi nanti, lanjut Abu, ada beberapa indikator yang akan digunakan adalah kondisi ekonomi masyarakat berupa kondisi bangunan rumah. Tak terkecuali kegiatan ekonomi yang akan digali, salah satunya kegiatan pertanian.
"Kita ingin menyiapkan struktur ekonomi, baik dari sektor pertanian, perdagangan, dan jasa. Intinya, konstribusinya seperti apa," ujarnya.
Sementara itu, untuk melancarkan program sensus ekonomi BPS Trenggalek telah melakukan koordinasi dengan Pemkab untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dimulai dari tingkat RT.
Ia menegaskan jika BPS telah menyiapkan tenaga terlatih dalam melakukan pendataan serta jumlah lumayan banyak, yakni 998 petugas pendata dan sisanya adalah pengawas. Sehingga dalam menjalankan tugas bisa lebih efektif, efisien dan profesional.
"Jadi petugas pendata nanti harus hadir di setiap rumah penduduk. Bila pada kunjungan pertama tidak ketemu harus ada catatannya dan harus dilakukan pada kunjungan berikutnya hingga bisa diwawancari," ungkapnya.
Ia menyampaikan, secara umum data statistik status sosial masyarakat Trenggalek pada tahun sebelumnya masih tergolong normal, tidak terlalu bawah dan tidak terlalu atas.
"Trenggalek masuk kategori bagus, berada di posisi tengah-tengah," tandasnya.(*)
