Gandeng Kemenkes dan Unicef, YPI Al Azhar Jatim Dukung Kesehatan Mental Anak Lewat ISYOUTH 2026

25 Oktober 2026 17:06 25 Okt 2026 17:06

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gandeng Kemenkes dan Unicef, YPI Al Azhar Jatim Dukung Kesehatan Mental Anak Lewat ISYOUTH 2026

YPI Al Azhar Jawa Timur (Jatim) pada Minggu, 25 Oktober 2026 menggelar seminar dengan nama ISYOUTH 2026--Inspiration Summit fo Youth, berkolaborasi dengan Kemenkes RI dan UNICEF, memperingati World Mental Health Day. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhar Jawa Timur (Jatim) pada Minggu, 25 Oktober 2026 menggelar seminar dengan nama ISYOUTH 2026--Inspiration Summit fo Youth, berkolaborasi dengan Kemenkes RI dan UNICEF, memperingati World Mental Health Day.

Acara yang berlangsung di salah satu hotel di daerah Kejawan Putih Mutiara, Surabaya itu dihadiri oleh sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Di antaranya Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, DR. Imran Pambudi, Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa Tubagus Arie Rukmantara, Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur drg. Vitria Dewi dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin.

Dalam pelaksaan penyelenggaraan tahun kedua, ISYOUTH berlangsung melalui dua agenda utama, pertama International Conference for World Mental Health Day pada tanggal 10 Oktober 2026 secara daring, acara tersebut diikuti sekitar 500 anak dan generasi muda. Kemudian pada 25 Oktober 2026, acara berlangsung offline.

Founder dan Ketua ISYOUTH 2026, Niken Rooshany mengatakan, acara ini bukan sekadar memperingati hari mental sedunia saja, melainkan juga menjadikan momentum bagi generasi muda untuk aktif berpartisipasi membangun kesadaran dan perubahan.

“Alhamdulillah, memasuki tahun kedua, ISYOUTH berkolaborasi dengan UNICEF Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI melalui konferensi internasional daring dan summit luring untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental serta mendorong generasi muda berani bersuara, berkarya, dan menciptakan perubahan positif,” ujar Niken.

Menurutnya, ketika anak dan remaja diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan mengekspresikan diri, mereka tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat mengambil peran dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa, Tubagus Arie Rukmantara menekankan pentingnya keberanian anak dan remaja untuk menjadi diri sendiri.

"Suara kalian berarti. Suara kalian dapat mengubah cara kita menghadapi tantangan kesehatan mental. Beranilah menjadi diri sendiri, beranilah berkarya dan beranilah bertumbuh karena setiap anak, suaranya berarti," kata Arie.

Ketua Pengurus YPI Al Azhar Pusat Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, Drs. H. Nuri Muhammadi, M.Pd menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga membentuk akhlak, kepedulian dan karakter.

“Melalui ISYOUTH, kami ingin turut mengambil peran dalam mendukung kesehatan mental anak dan remaja agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, suportif, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang,” ujarnya.

Pesan ini sejalan dengan tujuan talkshow yang mengangkat penanganan pertama psikologis pada anak dan remaja. Keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang responsif terhadap kebutuhan psikologis anak, termasuk melalui sikap empatik, kesediaan mendengarkan, dan pemahaman mengenai dukungan yang tepat. (*)

Tombol Google News

Tags:

YPI Al Azhar Isyouth 2026 Tubagus Arie Rukmantara