KETIK, MALANG – Ditemukan 12 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak di Kota Malang pada awal tahun 2025. Kondisi tersebut membuat peternak enggan merugi jika tergesa-gesa menjual hewan ternaknya.
Salah satunya Suwadji, peternak di Kampung Sanan Gang 12, Kelurahan Purwantoro. Ia mengaku tidak ingin menjual ternaknya, mengingat di beberapa pasar hewan sempat ditemukan kasus PMK.
"Sekarang ini mau beli baru pun belum berani karena dari dinas mengimbau jangan beli baru dulu. Saya juga belum pernah menjual lagi sekarang ini. Biasanya kalau dipasarkan ke Pasar Singosari, tapi di sana infonya ada yang sudah kena PMK," ujarnya, Kamis 9 Januari 2025.
Beruntungnya belum ada ternaknya yang terserang PMK. Saat ini Suwadji memiliki enam ekor sapi, serta satu sapi milik tetangga dan tiga ekor milik mertua yang dititipkan di kandangnya.
Kemunculan PMK ini membuatnya cukup khawatir, sebab pada 2022 lalu ia sempat mengalami kerugian. Ia menjelaskan pernah memiliki satu ekor sapi yang sudah gemuk dan hendak dijual. Namun tak lama setelah itu sapinya terserang PMK dan langsung diambil oleh jagal.
"Harga jualnya turun jika terkena PMK, biasanya laku Rp 14 juta, itu bisa Rp 3-4 jutaan. Masih bisa dijual tapi memang harganya menurun drastis," sebutnya.
Menurutnya dibandingkan dengan tahun 2022, kasus PMK tahun ini masih cukup terkendali. Terlebih Dispangtan Kota Malang telah memberikan vitamin kepada hewan ternak.
"Kadang juga kalau sudah ada kelihatan gejala PMK seperti keluar lendir dari hidung itu langsung saya panggilkan mantri hewan. Kebetulan juga ada keponakan yang jadi dokter hewan," katanya. (*)11
Enggan Merugi Akibat PMK, Peternak Sapi di Kota Malang Urung Jual Ternaknya
9 Januari 2025 17:00 9 Jan 2025 17:00
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Salah satu peternak sapi di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
peternak sapi Kota Malang PMK Penyakit Mulut dan Kuku hewan ternak Kasus PMKBaca Juga:
3 Rekomendasi Seafood Enak di Kota Malang, Surga Kuliner yang Wajib DicobaBaca Juga:
Wajib Coba! Ini 5 Kedai Ramen Terenak di Kota Malang yang Selalu Ramai PengunjungBaca Juga:
Solusi Kemacetan Pasar Kebalen, PKL Tak Berizin Akan Direlokasi ke Pasar GadangBaca Juga:
Macet Menahun di Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Tegaskan Jam Operasional PKLBaca Juga:
Sidak Tiga Lokasi, Satpol PP Kota Malang Rampas 97 Botol Minol IlegalBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
6 Mei 2026 20:45
Solusi Kemacetan Pasar Kebalen, PKL Tak Berizin Akan Direlokasi ke Pasar Gadang
6 Mei 2026 20:12
Macet Menahun di Pasar Kebalen, Wali Kota Malang Tegaskan Jam Operasional PKL
6 Mei 2026 16:51
Sidak Tiga Lokasi, Satpol PP Kota Malang Rampas 97 Botol Minol Ilegal
6 Mei 2026 15:59
Pulihkan Fungsi Jalan, Dishub Kota Malang Tertibkan Pasar Kebalen dan Soroti Budaya Drive Thru
6 Mei 2026 12:46
Transaksi Digital Berkembang Pesat di Kota Malang, QRISMA FEST 2026 Jadi Ajang Perayaan
5 Mei 2026 19:15
Angka Stunting di Kota Malang Capai 8 Persen, Kesadaran Periksa Kehamilan Masih Rendah
Trending
Breaking News! Polisi Sebut 31 Wisatawan Surabaya di Insiden Pantai Wediawu Kabupaten Malang Positif Narkotika
Bau Amis Korupsi Pasar Among Tani Kota Batu, Oknum Pejabat hingga Anggota DPRD Diduga Kuasai Banyak Kios
Sengketa Goa Gong Berakhir Damai, Disperkimtan Pacitan Akui Keliru Identifikasi Lahan
Ini Rekap Perolehan Medali Kejurkab Pencak Silat Pacitan 2026, PSHT Raih 7 Emas
