KETIK, LABUHAN BATU – Anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Gerindra, Sabam Rajagukguk reses ke Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut II di Dapil II Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, Kamis, 6 Agustus 2026 malam.
Anggota DPRD Labuhanbatu dari Dapil II meliputi Kecamatan Rantau Selatan dan Bilah Barat, Hj Maisyarah Dalimunthe selaku tuan rumah mengatakan, kehadiran Sabam dinilai sangat bermanfaat kepada masyarakat.
Kunjungan tatap muka dengan warga tersebut, diharapkan Maisyarah akan menjadi penyambung lidah antara aspirasi masyarakat dengan perwujudan pembangunan melalui anggaran pusat.
"Kami yakin, bapak Sabam Rajagukguk akan menyerap aspirasi masyarakat serta menselaraskannya dengan program-program di pusat," ujar Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu dari fraksi Partai Gerindra itu.
Selaku tuan rumah, Maisyarah mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota DPR RI Sabam Rajagukguk yang diakuinya sudah lama diharapkan hadir ke Bumi Ikabina En Pabolo itu.
"Terima kasih kepada bapak Sabam Rajagukguk karena menyempatkan diri menyapa masyarakat Labuhanbatu. Ini bentuk perhatian tinggi kepada masyarakat," papar Hj Maisyarah lagi.
Sementara, anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Gerindra, Sabam Rajagukguk menjelaskan bahwa sejak dilantik, dirinya telah melakukan pertemuan dengan masyarakat di berbagai wilayah.
Kehadirannya bertujuan mendengar langsung berbagai keluhan maupun program dintengah masyarakat yang nantinya akan disinergikan dengan program pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Dia juga meminta warga agar terus berperan aktif dalam mendukung suksesnya program pemerintah khususnya Presiden RI, Prabowo Subianto. Aspirasi warga, jika dilakukan sesuai prosedur, diyakininya akan dapat diwujudkan.
Amatan, berbagai permintaan pembangunan hingga perbaikan fasilitas umum disampaikan sejumlah warga, kader posyandu, kepala lingkungan, kepala sekolah swasta, kepala desa hingga camat.
Penyampaian keluhan itu berkaitan dengan menu makan bergizi gratis dinilai tidak bervariasi sehingga membosankan, keresahan masyarakat terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak maksimal.
Buruknya akses jalan utama desa yang dari tahun ketahun tidak tertangani padahal telah disampaikan berulangkali saat musyawarah pembangunan, kondisi pasar rakyat sangat memprihatinkan karena anggaran daerah tidak mampu melakukan perbaikan pembangunannya.
Selain itu, kepanikan masyarakat akibat naiknya harga sebagian sembako ketika program MBG kembali dilanjutkan serta permintaan pendampingan terkait niat membangun tambak di aliran sungai Bilah Rantauprapat.(*)
