KETIK, CILACAP – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 26 Oktober 2026. Kedatangannya orang nomor dua di negeri ini guna menyerap aspirasi para nelayan Cilacap di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu.
Dalam pertemuan tersebut digelar dialog, sejumlah nelayan menyampaikan persoalan yang dihadapi. Antara lain pendangkalan Sungai Kaliyasa, perluasan pelabuhan, kuota BBM, hingga permasalahan Desil yang salah sasaran menyebabkan warga nelayan yang tidak mampu tidak mendapatkan bantuan sosial lagi.
Salah satu nelayan Cilacap, Temu mengungkapkan, bahwa banyak kapal yang bersandar tapi kuota BBM tidak terpenuhi di Cilacap akibatnya Cilacap selalu kekurangan BBM Subsidi untuk solar kapal 30 GT ke bawah.
Wapres Gibran didampingi Plt. Bupati Cilacap cek lokasi Sungai Kaliyasa yang di keluhkan nelayan mengalami pendangkalan. (Foto: Nani Eko/ketik.com)
"Cilacap selalu kekurangan BBM subsidi solar untuk kapal 30 GT ke bawa, saya mohon bapak Wapres dapat segera menangani persoalan tersebut, agar nelayan dapat menjalankan aktivitas melaut dengan tenang, nyaman, dan lancar. Kami para nelayan sangat menunggu kehadiran Bapak Wapres Gibran supaya ini bisa terealisasi," ujar Temu.
Selain itu, menurut Temu, Sungai Kaliyasa selama ini menjadi jalur lalu lintas perahu nelayan dari berbagai kelompok nelayan. Adapun sejak tahun 1995, hingga saat ini Sungai Kaliyasa belum pernah dilakukan pengerukan.
"Kami, nelayan kalau mau berangkat melaut harus menunggu air pasang, dan saat surut perahu tidak bisa melintas karena airnya dangkal, jadi nelayan harus menunggu lama hingga air pasang, ini sangat menghambat kami dalam melaut dan tertunda dalam mencari nafkah, terkadang kami berangkat melaut malam hari menunggu air pasang," bebernya.
Salah satu pengusaha perikanan Agustina apresiasi atas kebijakan pemerintah dalam menyediakan solar khusus bagi nelayan berukuran GT 31-200 yang sangat membatu kelancaran dalam melaut.
"Kami ucapkan terima kasih atas kebijakan Bapak Presiden dan Pak Wakil Presiden atas terealisasinya solar khusus nelayan untuk GT31-200. Ini belum pernah terjadi Pak, sungguh luar biasa, sehingga nelayan dapat melaut dengan lancar dan tenang," kata Agustina.
Menjawab aspirasi dari masyarakat nelayan Cilacap dalam sesi dialog, Gibran menegaskan pemenuhan kebutuhan bahan bakar menjadi salah satu hal yang penting untuk mendukung kelancaran nelayan dalam melaut untuk mencari nafkah.
"Solar merupakan kebutuhan yang prioritas, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat terutama nelayan. Saya pastikan pemerintah akan memenuhi ketersediaan solar sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tutur Gibran.
Selain itu, apa yang dikeluhkan nelayan akan dicek langsung ke lokasi.
"Nanti kita langsung cek ke lokasi yah untuk mengecek masalahnya, kita bersama-sama untuk menyelesaikan permasalahan nelayan Cilacap," kata Putra Presiden ke-7 Joko Widodo ini.
Selanjutnya Gibran melakukan pengecekan ke Kaliyasa yang berada di samping TPI Tegalkatilayu di dampingi Plt. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya serta pihak dari Kementerian PU dan memerintahkan untuk segera merespon keluhan nelayan dengan melakukan pengerukan Kaliyasa sepanjang 14 kilometer.
Kunjungan Wapres Gibran ke Cilacap selain bertemu dengan nelayan, juga melakukan kunjungan ke Kilang Pertamina Cilacap, kemudian menemui para Kepala Desa dan Komunitas di Balai Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten abupaten Cilacap, Taufik Nur Hidayat dan Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno, Ketua SNI Cilacap Edy Santoso, Ketua HNSI Cilacap Sardjono, serta Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto. (*)
