KETIK, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan empat momentum besar yang digelar di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Selasa, 21 April 2026.
Upacara tersebut merupakan peringatan gabungan untuk Hari Kartini ke-147, HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), HUT ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).
Dalam amanatnya, Bupati Setyo Wahono memberikan apresiasi mendalam bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Ia menekankan bahwa semangat juang Raden Ajeng Kartini harus tetap hidup dalam pengabdian masa kini.
"Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kaum perempuan, untuk terus berkarya, berkontribusi, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah," ujar Bupati Wahono.
Bupati H. Setyo Wahono bersama jajaran Pemkab Bojonegoro. (Foto: Humas Pemkab Bojonegoro)
Ia menambahkan bahwa ASN perempuan di Bojonegoro telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa. Bupati berharap peran strategis ini terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas kepemimpinan dan inovasi di berbagai bidang.
Upacara berlangsung khidmat dengan pemandangan yang ikonik. Para ASN laki-laki tampak gagah mengenakan batik Obor Sewu, sementara ASN perempuan tampil anggun dengan balutan kebaya.
Suasana semakin berwarna dengan kehadiran personel Satpol PP, Linmas, dan Damkarmat yang mengenakan seragam kebesaran masing-masing, menciptakan harmoni visual di halaman Gedung Putih.
Menutup sambutannya, Bupati Wahono memberikan ucapan selamat secara khusus kepada dinas-dinas terkait, mulai dari Dinas DP3AKB hingga jajaran keamanan dan penyelamatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan pengabdian demi memberikan rasa aman bagi warga.
"Mari kita tingkatkan pengabdian dengan memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat menuju Kabupaten Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan," pungkasnya. (*)
