DARI KEBUN KE TABUNG PEMADAM! Kisah Inspiratif dari Simpang Bayat Bikin Publik Berdecak Kagum

Bukan Sekadar Makanan! Emak-emak di Muba Sukses Racik Bahan Pemadam Kebakaran dari Singkong

1 November 2026 01:21 1 Nov 2026 01:21

Bubun Kurniadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bukan Sekadar Makanan! Emak-emak di Muba Sukses Racik Bahan Pemadam Kebakaran dari Singkong

Field Manager PHE Jambi Merang, R. Satrio Nursabdo bersama Ibu-ibu Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi memegang Tabung Apar (Foto: Bubun ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – ​Di balik hamparan kebun singkong yang hijau di Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, terukir kisah inspiratif tentang kemandirian dan inovasi warga desa. 

Jika biasanya singkong hanya diidentikkan dengan bahan pangan olahan dapur, di tangan sekelompok wanita kreatif ini, komoditas lokal tersebut disulap menjadi sesuatu yang luar biasa: Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berbasis bahan alami.

​Suratmi, salah satu Ibu Rumah Tangga yang tergabung dalam Rumah Produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, membagikan pengalamannya. Kemampuan dalam pembuatan APAR tersebut dilatih dan turut dibina oleh pihak Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. 

Program pemberdayaan ini membuka wawasan baru bagi para perempuan di desa bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk berdaya guna tinggi dan bernilai keselamatan.

​Proses pembuatan APAR tradisional berbasis bahan olahan alami ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Dari mulai memanen, mengupas, sampai mengolah singkong menjadi bahan racikan khusus untuk dimasukkan ke dalam tabung APAR, Suratmi dan ibu-ibu di desanya sudah bisa melakukannya secara mandiri.

Keterampilan ini kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anggota kelompok wanita tani tersebut.

​Bagi warga setempat, inovasi ini menjadi sesuatu yang benar-benar baru di desanya. Mereka kini mampu membuat racikan pemadam dalam tabung APAR yang dapat bermanfaat langsung untuk mencegah kebakaran dan memadamkan api secara cepat jika timbul potensi bahaya di permukiman maupun kawasan perkebunan.

​"Kita olah bersama dan Alhamdulilah kami bisa membuat APAR, walau saat ini masih dalam skala kecil produksinya," kata Suratmi dengan penuh rasa syukur saat dibincangi ketik.com di desa itu.

Semangat kebersamaan dan kerja keras para anggota KWT Embun Pagi menjadi bahan bakar utama keberlanjutan produksi ini.

​Pemanfaatan tanaman singkong di Rumah Produksi KWT Embun Pagi juga tidak hanya berfokus pada produk keselamatan semata. Diversifikasi produk terus dilakukan untuk mendongkrak perekonomian keluarga.

"Selain APAR, kami juga membuat macam-macam makanan dari singkong yang dapat membantu dalam pemanfaatan tanaman singkong itu sendiri," tambah Suratmi.

Produk makanan olahan tersebut menjadi penopang pendapatan harian kelompok sembari terus mematangkan formulasi dan produksi APAR alami mereka.

​Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini tentu tidak lepas dari sinergi lintas sektor. 

Dukungan dan peran serta pemerintah sangat krusial dalam membantu memberdayakan masyarakat agar dapat mandiri secara ekonomi dan tanggap terhadap risiko lingkungan sekitar.

​Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi Pemerintah Desa Simpang Bayat, Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir, serta PHE Jambi Merang di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1.

Kerjasama terpadu antara pemerintah daerah dan korporasi ini membuktikan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran sanggup menciptakan kemandirian warga berbasis potensi lokal.

​Field Manager PHE Jambi Merang, R. Satrio Nursabdo, mengatakan kolaborasi itu tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga pendampingan, penyediaan peralatan, peningkatan kapasitas hingga pengembangan produk.

​Melalui pendampingan berkelanjutan dan pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building), PHE Jambi Merang dan pemerintah setempat berkomitmen untuk terus mengawal KWT Embun Pagi agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar produk olahan makanan, serta terus menyempurnakan inovasi APAR alami agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Phe Merang Ajp 2026 Karhutla Emak-emak Kelompok Wanita Tani Embun Pagi